Minggu, 28 Januari 2018

Waspada Dakwah



Da’wah Islam Rohmat Seluruh Alam


Islam adalah nama agama yang Alloh sebut dalam Al-quran surah al-maidah ayat 3 ……alyauma akmaltu lakum dinakum wa atmamtu ‘alaikum ni’mati wa rodhitu lakumul islama diinan…..

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama bagimu dan telah Aku tamatkan nikmatKu dan Aku telah ridho Islam sebagai agama.”
Islam Sebagai Rohmat
Rohmat adalah kasih sayang. Di dalam surah Alfatikhah kata ar-rohman artinya Alloh maha pengasih. Sifat Alloh mengasihi “li jami’I kholqihi” untuk kesemua makhluknya. Sedangkan Ar-rokhiim artinya penyayang namun berlaku “lil mu’miniina khossoh” bagi orang iman khusus.
Surah An-nabia (21);107 “Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”
Risalah yang dibawa Rosululloh Muhammad Saw berlaku mulai saat diberi wahyu hingga akhir jaman menjelang hari kiyamat. Berbeda dengan para rosul sebelumnya yang hanya berlaku pada jamannya sebelum diganti rosul berikutnya.
Da’wah Dengan Rohmat
Berasal dari da’a- yad’u-da’watun(da’wah) isim /kata benda, ajakan. Merupakan amal yang mulia karena mengajak manusia minadhulumati ila nnur. Dari alam kegelapan menuju alam cahaya.
Da’wah memang sepatutnya dengan kasih sayang bukan paksaan. Laa ikroha fid-diin tiada paksaan dalam agama. Toh sudah jelas mana yang benar diantara yang menyimpang. 
Waspada Dakwah Sesat
Dakwah adalah ajakan. Penting untuk dimaklumi bagi semua warga masyarakat bahwa tidak semua ajakan itu mengarah kepada kebenaran. Dalam hadits riwayat Abu Dawud dari Abu Huroiroh, Rosulullohi Saw bersabda “ Barangsiapa mengajak kepada petunjuk maka baginya pahala semisal pahala orang yang mengikuti, tanpa sedikitpun mengurangi dari kebaikan orang yang mengikuti. Dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan maka baginya mendapat dosa semisal orang yang mengikuti, tanpa sedikitpun mengurangi dari dosa orang yang mengikuti”.
 
Sebagai warga masyarakat agar senantiasa waspada kepada setiap ajakan. Karena di akhir jaman terjadilah dakwah atau ajakan justru mengarah ke pintu jahanam. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori bagian kitabul fitan. Para sohabat bertanya kepada Rosulullohi Saw tentang kebaikan, namun Khudzaifah bin Zaman bertanya tentang kejelekan karena khawatir kejelekan itu menimpanya.Rosulullohi Saw menjawab “ Betul (kelak ada masa dimana tersebar) dakwah/ajakan menuju beberapa pintu jahanam, barang siapa mengabulkan ajakan itu akan masuk ke neraka jahanam.  Khudzaifah bertanya, wahai Rosulalloh jelaskanlah kepadaku cirri-ciri mereka. Jawaban rosul “ Mereka dari kulit2 kita (secara tampilan orang Islam) mereka berbicara dengan lisan kita ( fasih berbicara dengan dalil bahasa Arab).
 
Dari hadits itu, maka sepatutnya kaum muslimin wal muslimat tidak secara serta merta mengikuti setiap dakwah meskipun terlihat dengan bahasa dan tampilan yang menarik perhatian.
Pesan Rosulullohi Saw dalam hadits riwayat Malik dalam kitab Muwato’ “ Telah aku tinggalkan dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya. Yaitu Kitabilah (alQuran) dan Sunah nabinya Alloh (hadits2 sokhih)
Kaum muslimin wal muslimat agar senantiasa mohon petunjuk (hidayah) kepada Alloh Swt agar program dakwah dapat berhasil membawa manusia menuju kepada keselamatan hidup di dunia hingga akhirat.
Dakwah Islam yang benar adalah rohmatan lil ‘alamin. Bukti kasih sayang Alloh kepada hamba di seluruh alam yang mentaati dan mengindahkan firmanNYA.  

Minggu, 21 Januari 2018

Plus Minus Hp Buat Mengaji

"Wah mas anak saya baru kelas dua sudah pintar main HP yang ini" sambil memperlihatkan hp Samsung bergaya blackbery. "Hpnya dibawa lari ke tetangga yang punya akses hotspot untuk mendapatkan koneksi dgn wifi" terusnya.

Seorang bpk bercerita ke saya. Bukannya bangga tapi bpk itu tercermin wajah cemas dan khawatir di wajahnya plus gaya bahasa tubuh.


Itu secuil fenomena yang sudah merata di berbagai tempat.
Kemajuan teknologi semakin pesat. Dalam hal penyebaran komunikasi Hp kini memanjakan pemegangnya.

Tidak dapat dielakkan lagi urusan menerima informasi bab agamapun Hp menjadi alat bantu yang selalu dirindukan.
Dengan bermodal paket untuk koneksi internet seorang seolah menjadi narasumber piawai. Menerima materi berupa artikel kemudian dishare ulang secara pribadi bahkan ke beberapa group.

Sebagian kalangan kemudian menjatuhkan pilihan kepada Hp sebagai tempat mengaji ilmu agama.

Plus-Minus Hp Buat Mengaji  

Sebagaimana karakteristik internet yang aplikasinya dapat dirasakan dengan media sosial, selalu mempunyai sisi positif dan negatif.  
Terkait dengan urusan menerima informasi ilmu agama sampai tingkat yang lebih serius "mengaji ilmu agama".
Menurut yang saya rasakan akhir2 ini hp online punya peran positif antara lain :
  • Dapat memberi informasi secara cepat untuk pemberitahuan akan adanya kajian tempat, waktu materi dll. Koordinasi persiapan hingga laporan perjalanan menuju tempat kajian. 
  • Untuk memberi contoh metode kajian yang akan dilaksanakan, sehingga peserta dapat mempersiapkan segala sesuatunya.
  • Hp bisa juga buat menyimpan naskah Quran lengkap 30 juz. Di manapun dapat membuka ayat tertentu dan share ke japri atau group untuk bahan pembahasan. 
  • Sebagai media untuk memberi motivasi dan nasihat secara umum.
Hp semata merupakan alat komunikasi sehingga musti diperhatikan beberapa hal 
  • Belajar agama sebagaimana yang dicontohkan oleh rosul kepada para sohabat adalah dengan system tatap muka. Mendengarkan langsung dan juga dapat melihat contoh gerakan ibadah. Hp adalah alat penunjang komunikasi. Jika dipaksakan seolah menjadi guru mengaji maka besar kemungkinan terjadi penyimpangan pengertian.
  • Bagi yang belum memahami cara mengaji sesuai syari'at yaitu dengan dengan menggunakan pendengaran kepada sumber penyampai. 
  • Hp bukanlah guru mengaji, namun media komunikasi. Fungsi dan peranan guru mengaji tidak dapat digantikan dengan alat secanggih apaun. 
  • Dengan fasilitas copy paste seseorang mudah melakukan penyebaran terjemah dan tafsir dari Quran dana atau Hadits yang belum jelas sumbernya. 
Apa yang saya tulis memang bukan hasil penelitian namun pengamatan sementara dari apa yang selama ini saya rasakan.

Melakukan inovasi memperkenalkan metode kajian kepada mitra da'wah untuk mengobarkan semangat tolabul 'ilmi agar lebih menarik, memang perlu terus dilakukan, namun yang tidak kalah pentingnya adalah tetap istiqomah menjaga kemurnian ilmu agama.

Menjaga kemurnian agama Islam ditegaskan dalam Surah Al-bayinah ayat 5
" Dan mereka tidak diperintah kecuali supaya menyembah kepada Alloh dengan memurnikan agamaNya dengan condong dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus "

Fenomena akhir2 ini di beberapa group WA yang dibikin nama Islami, dengan membanjirnya terjemah Quran dan Hadits, saya pribadi menilai sebagai suatu keprihatinan.

Ilmu agama adalah warisan dari nabi. Ulama warotsatul anbiya. Seorang ulama sepatutnya menjaga ilmu agama sebagai warisan , barang yang berharga.
Sebagaimana warisan, tentu tidak sesukanya diberikan kepada sembarang orang. Namun kepada orang tertentu dan penyerahannyapun dengan cara yang hikmat.

Sebagai pembelajar , kalau saran saya agar lebih hati-hati (mutawari') kepada siapa sepatutnya kita mengambil ilmu agama.
Teruslah belajar. Karena ilmu Islam sudah komplit. Termasuk di dalamnya cara mengkaji ilmu Islam itu sendiri.
Agar kita tetap dapat mengambil sisi positif hp dan meminimalisasi dampak negatif dalam hal belajar agama Islam.

Semoga Alloh Swt menunjukkan.