Selasa, 28 Agustus 2018

Ini Hasil FAS KKN Ds.Kradenan

Lyta, Tasya dan Damar
" Festifal Anak Sholih (FAS) ini bertujuan untuk menguatkan silaturkhim remaja muslim antar dusun, meningkatkan kreativitas dan motivasi anak-anak dan remaja Desa Kradenan dlm bidang keagamaan " Demikian penjelasan Ahmad Syahid ketua panitia FAS yang dijumpai di lokasi festifal, komplek Masjid Al-Musyahidin Dsn.Kradenan Selatan Desa Kradenan, Kec.Srumbung, Kab.Magelang, Jawa Tengah, Ahad 26 Agustus 2018.
FAS dengan tema " Mewujudkan Generasi Religius dan Kreatif"


Penggagas even ini adalah kepanitian yang berjumlah 40 mahasiswa Univ.Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menggelar acara bagian dari KKN Angkatan ke-96 di Desa Kradenan selama dua bulan.
Ahmad Syahid Ketua Panitia FAS

Dalam sambutannya Kepala Desa Kradenan Bp.Tony Miftakhul Afwan, menyatakan sangat salut dengan kegiatan yang diprakarsai mahasiswa KKN. Telah dapat menggugah semangat fas tabiqul khoirot di kalangan anak-anak dan remaja se Desa Kradenan. Harapannya ke depan dapat ditindaklanjuti diadakan kegiatan serupa secara berkala.

Dimeriahkan dengan seni hadroh dari Dsn.Krageman sebelum pembukaan. Beberapa anak-anak dan remaja nampak antusias mengikuti lomba. Dengan berbagai asesoris cabang lomba fashion show rupanya yang paling banyak menyedot perhatian khalayak. Dengan gayanya yang khas anak-anak berjalan layaknya di atas karpet merah ;)

KKN kali ini berjumlah 16 kelompok,posko menempati 16 dusun dengan 10 mahasiswa masing-masing kelompok. Telah banyak memberikan berbagai pelatihan ketrampilan kepada masyarakat dan mewujudkan kerjasama dengan muda-mudi dusun termasuk berbagai lomba dusun dalam rangka HUT RI ke-73.

Take and Give

Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu butir dari Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu bidang pengabdian masyarakat. Bagaimana mahasiswa mendapatkan mata kuliah di kampus untuk dapat diaplikasikan dalam dunia nyata di tengah-tengah masyarakat.

Kehadiran mahasiswa KKN di masyarakat selama dua bulan benar-benar terasa kesannya bagi warga masyarakat. Interaksi yang sangat akrab dan dekat karena mereka tinggal di perumahan penduduk. Warga masyarakat dari usia dini, remaja, muda-mudi hingga orang tua merasa senang menyambut kehadiran mahasiswa seolah menemukan kembali saudaranya yang lama berpisah.

Bagi mahasiswa juga merasakan suasana kehidupan perkampungan yang hangat dan ramah. Banyak hal yang dapat dipetik dari cara masyarakat menjalani kehidupan yang kental dengan semangat gotong royong dan rasa persaudaraan.

Selamat Jalan KKN

Dua bulan berlalu, tidak terasa. Besuk Jumat, sesuai jadwal 31 Agustus 2018 secara serempak 16 kelompok KKN akan cabut dari Desa Kradenan. 

Selamat jalan mas dan mbak mahasiswa KKN. Terimakasih jasamu selama di desa kami sangat bermanfaat.

Kami akan selalu merindukanmu. Selamat melanjutkan studi, semoga sukses apa yang dicita-citakan.

اللهم أمين

Lampiran hasil kejuaraan pemenang 1, 2 dan 3 dari enam cabang selengkapnya sebagai berikut:



Selasa, 31 Juli 2018

Tahlilan - Yasinan


Assalamualaikum wr wb.
Mhn maaf pak ustd mengganggu mau tanya, sy sdh biasa ikut  yasinan tahlillan tp ini sy lakukan yg sama sekali blm tau ilmunya. Stlh sy msk group tsb baru tau acara yasinan sprti itu dan tahlillan sprt itu apakah ini termasuk perbuatan yg sia2 dan menambah dosa

Bismillah
Kalau slh 1 klarga ada yg meninggal trs kita mengundang kerabat utk membantu mendoakan dan membacakan yasin dan tahlil sy minta dasar quran dan hadisnya pak ustd,
Trs yg ga memakai ritual tersebut dsr quran hadist nya bagaimana

Mendapat pertanyaan lewat japri dari peserta group. Dua pertanyaan masih seputar tema yang sama.

Saudara2ku,
Dua pertanyaan yang diajukan tersebut rupanya menyoal kebiasaan yang sudah diikuti sebelumnya. Seiring bertambahnya informasi dan pengetahuan yang didapatkan dari mengikuti sebuah kajian, akhirnya merasakan adanya perbedaan antara informasi yang didapat dengan kebiasaan amalan sebelumnya dihadapi.

Jika ada pertanyaan atau perselisihan soal agama maka petunjuk dari Alloh Swt dalam alQur'an agar mengembalikan kepada Alloh Swt (membuka Alqurannya) dan mengembalikan Rosulullohi Saw (buka haditsnya).

Kegiatan "Yasinan" sudah diamalkan masyarakat terkait malam tertentu, atau ditujukan untuk keperluan tertentu seperti mengirim pahalanya untuk leluhur yang sudah meninggal dunia. Di kampung seputar saya juga sudah menjadi kebiasaan/tradisi. Ada juga yang membaca surah Yasin dengan hitungan tertentu.
Sedangkan "Tahlilan" biasanya adalah kegiatan secara berjamaah dipimpin Pak Kaum (istilah di kampung saya) membaca urutan dari alfatikhah dan seterusnya. Juga dilaksanakan mulai hari pertama hingga ke tujuh harinya. Setelah itu pada hari ke 40, 100, setahun, dua tahun dan "ngentek".

Apakah amalan tersebut ada perintah dan tuntunan atao contoh dari Rosulullohi Saw ?
   
Secara garis besar mengamati dua pertanyaan di atas, ada beberapa point sebagai berikut :

  • Pedoman sebagai dasar bagi seorang muslim dalam berilmu, berucap , bersikap berkeyakinan hingga diamalkan yaitu dua pusaka peninggalan Rosulullohi Saw. Dengan sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam malik “ Telah aku tinggalkan di kalangan kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat  selama berpegang teguh dengan keduanya yaitu Kitabillah (Al-qur’an ) dan Sunah (tuntunan nabi dlm hadits) ”.

  • Kitab Qur’an dan Kitab Hadits sebagai dasar pedoman berkeyakinan dan beramal, umat Islam perlu benar2 Memiliki dan memahaminya dan dikaji secara seksama.

  • Selama mengikuti kajian agar senantiasa berhati2, tidak gegabah memberikan penilaian terhadap suatu amalan yang sudah biasa diamalkan oleh sesama muslim yang mempunyai perbedaan keyakinan.

  • Seorang muslim diingatkan oleh Alloh Swt dalam Qur’an Surah Al-Isro’ (36) :17 “ Dan janganlah kalian ikuti apa2 yang kalian tiada ilmu tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati , semua akan ditanya (pertanggungjawaban di akhirat)”. Dengan ayat itu kita tidak disuruh mengikuti dan mengamalkan jika belum benar2 tahu , jelas sumber dalilnya di dalam Qur’an atau Hadits.

  • Dalam menerima ilmu agama ada ketentuannya sendiri. Ada tiga hal yang membuat Alloh Swt benci, di antaranya adalah menerima ilmu dengan “qila wa qola” yaitu “dikatakan dan katanya”. Menerima informasi hanya berdasarkan katanya si fulan, tidak jelas sumber dasarnya dari Qur’an atau Hadits.

·        Untuk pertanyaan di atas soal Yasinan , Tahlilan yang selama ini diamalkan oleh sebagian masyarakat muslim, barangkali mereka sudah mengkaji menemukan dasar sumbernya di Qur'an atau di Hadits. Hal itu menjadi tanggungjawaban mereka di hadapan Alloh Swt. Kalau kita belum tahu melihat sendiri dalilnya tidak perlu ikut mengamalkan, namun tetap menghargai dan menghormati saudara-2 kita yang meyakini dan mengamalkan.

a   Disini pentingnya terus mengkaji ilmu agama dengan memiliki pegangan Kitab Quran dan Hadits. Terus menjaga kerukunan dan meningkatkan toleransi  saling menghormati kepada sesama muslim yang berbeda pendapat dan keyakinannya.

     Baca juga :

 Keterbatasan Syafaat

Tidak Dapat Ampunan


 



Senin, 30 Juli 2018

TPQ Qurrota A'yun

TPQ singkatan dari Taman Pendidikan Al-Qur'an. Sebagian menyingkat menjadi TPA. Namun arahan dari pengurus akronim TPA dihindari karena dapat rancu dengan Tempat Penampungan Akhir untuk sampah.... ;)

TPQ Qurrota A'yun yang berdomisili di Dsn.Pringwulung Desa Kradenan Kec.Srumbung Kab.Magelang untuk pembelajaran Al-Quran dibagi dalam dua  bidang. Bidang Bacaan untuk usia paud hingga kelas enam SD. Sedang Bidang Makna diikuti bagi yang sudah lancar bacaan atau usia SMP , dewasa hingga orang tua.

Metode Ekutubu

Metode Ekutubu sudah ditulis bukunya dengan judul lengkapnya

 " 3 Jam Mahir Makna Qur'an Hadits ala Ponpes dengan Metode Ekutubu ".

Penerbit Deepublish Yogyakarta , September 2017. ISBN 978-602-453-289-5. Penulis Hari Wuryanto, S Pd.

Jika masyarakat ingin cepat dapat membaca Alqur'an dengan mudah maka ada buku Metode Iqro'. Sedangkan untuk belajar memahami makna Al-qur'an dan Hadits kini ada Metode Ekutubu.

Metode Ekutubu diambil dari fi'il amr " uktubu " pada hadits riwayat Hakim dari Anas

 " اُكْتُبُ الْعِلْمَ قَبْلَ ذَهَبُ الْعُلَمَاء وَاِنَّمَا ذَهَبُ الْعِلْمِ بِمَوْتِ الْعُلَمَاء" 

Tulislah ilmu sebelum matinya ulama dan sesungguhnya hilang ilmu beserta matinya ulama.

Atas dasar kebutuhan masyarakat umum non pesantren untuk ikut merasakan nuansa pesantren di tiap-tiap rumah tangga muslim agar dapat mengikuti kajian dengan kaidah /ala pondok pesantren, maka munculah metode ini.

Langkah sederhana mempraktekkan Metode Ekutubu /ME (M3T) sebagai berikut :
  • Memiliki.

    Untuk dapat belajar mengkaji ilmu agama Islam secara serius, maka memiliki kitab sebagai pedangan , tidak dapat ditawar lagi. Kitab yang dimaksud tentu saja pedoman Islam yaitu Al-Qur'an dan Sunah (hadits). Kajian ini mengikuti kaidah belajar di pondok pesantren. Jadi memiliki kitabnya adalah fardhu 'ain. Bagaimana mungkin akan dapat menulis jika kitabnya saja tidak punya. Untuk memiliki silahkan menghubungi bagian admin atau asatidz. Bisa hub Hp.081393855313/087745580354 WA
  • Menulis.

    Menulis adalah amalan yang dijadikan icon metode ini. Uktub merupakan fi'il amr, kata kerja amaran/perintah. Tulislah. Belajar ilmu agama dengan menuliskan arti kata demi kata (artamita) merupakan system yang banyak memberikan dampak positif sangat besar dalam percepatan pemahaman ilmu yang diperoleh.
    Saking pentingnya "menulis menggunakan pena" , hingga dalam Alqur'an ada nama surat Qolam/pena. Sedangkan pada Surah Al-'alaq ayat 3 s/d 5 : " Bacalah demi tuhanmu yang maha mulia - yang mengajarkan kepada manusia dengan pena - mengajarkan manusia pada apa yang belum diketahui". Belajar dengan menulis sebagaimana firman Alloh Swt, akan mendapatkan hikmah yg belum pernah diketahui sebelumnya. Alloh Swt yang langsung memberikan hikmah ke dalam hati manusia yang Dia kehendaki. Dalilnya terdapat pada surah Albaqoroh (2);269 " Alloh memberikan hikmah (pengertian hukum dalm Qur'an dan Hadits) kepada orang yang dikehendaki, barang siapa yang diberi hikmah berarti diberikan kebaikan yang banyak". Menulis dengan pena, tintanya ditimbang sebagai amalan tersendiri kelak di hari kiyamat, HR.Ad-Dailami.
  • Memahami. 

    Sebaik dan setebal apapun buku atau kitab apa saja jika kita tidak paham isinya maka nyaris tidak ada gunanya. Umat yang dibebani kitab tetapi tidak paham dengan isinya disindir Alloh Swt pada surah Aljum'at (62);5.
    Gambarannya orang-orang yang dibebani kitab Taurot kemudian tidak dapat menjalaninya gambarannya adalah khimar yang memikul buku. (itulah) sejelek-jeleknya gambarannya oran-orang yang mendustakan ayat-ayat Alloh. Dan Alloh tidak menunjukkan hidayah kepada orang-orang yang dholim (menganiaya).
    Kita umat Islam diberi peninggalan dua pusaka kitab Qur'an dan Hadits oleh Rosulullohi Saw, maka kewajiban kita untuk memahami isinya. Mengerti apa yang terkandung tiap ayat dari Qur'an dan matan (isi) hadits. Saat kita belajar menerima kajian diharapkan serius, konsentrasi dan focus. Diperkuat dengan ditulis maka insyaAlloh akan memudahkan untuk  menderes/tadabur , mengkaji ulang memahami kandungan isinya.

  • Tadabur. 

    Setelah pada langkah pertama memiliki pegangan Kitab Quran dan Hadits sebagai bahan kajian dengan menuliskan arti kata demi kata, dan memahaminya dengan sungguh-sungguh maka langkah yang tidak kalah pentingnya adalah Tadabur. Surah An-nisa (3):82 " Apakah mereka tidak mentadaburi al-Qur'an ? seandainya Qur'an bukan dari selain Alloh maka niscaya mereka menjumpai banyak perselisihan di dalamnya" . Tadabur menurut ta'rif /devinisi yata'maluna ma'anihi wa yatabas-shoruna ma bihi , merenungkan maknanya dan melihat apa yang ada di dalamnya. Dengan melakukan tadabur secara berkelanjutan dari materi yang telah dikaji, maka seiring semakin banyaknya ilmu yang telah dipahami akan semakin jelas gambaran Islam secara utuh. Alloh Swt menyeru umatnya yang beriman untuk menetapi Islam secara kaffah, totalitas pada QS.al-Baqoroh (2)208 " Hai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah dan janganlah kalian ikuti langkah-langkah syetan, sesungguhnya ia adalah musuh yang nyata bagi kalian".


Dengan mempraktekkan ME (Metode Ekutubu) diharapkan masyarakat umum dapat mengikuti kajian dengan model pondok pesantren. Metode Ekutubu telah dipraktekkan dalam pembinaan umat di Taman Pendidikan al-Qur'an (TPQ) Qurrota A'yun. Kelas Bacaan untuk usia PAUD hingga Kelas 6 SD. Sedangkan Kelas Makna untuk remaja hingga orang tua. Untuk Kelas Makna bergabung dengan Majelis Ta'lim Bina Istiqomah.

Rabu, 25 Juli 2018

Rugi Waktu


Dan orang-orang kufur bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dihukumi sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan adzab dari mereka. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kufur. QS.Fatir (35):36

37. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan." Apakah Kami belum memanjangkan umurmu sebagaimana masa yang cukup untuk ingat bagi orang yang mau mengambil peringatan (beriman) ?. Dan (apakah belum) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (adzab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang dholim seorang penolong.

Manusia dihidupkan di atas bumi semua diberi kesempatan yang sama.
Satu pekan 7 hari, satu hari 24 jam.

Namun ternyata hasil akhirnya berbeda-beda.

Siapa dapat menggunakan waktu mereka dapat menjadi orang sukses, orang beruntung.
Namu tidak sedikit orang yang dirugikan oleh waktu.

" Dua ni'mat yang banyak disia-siakan, banyak dari manusia demikian. Yaitu sehat dan longgar (kesempatan)" 

Pada ayat 37 di atas , orang-orang yang kufur (tidak beriman) berteriak-teriak di hadapan Alloh Swt ingin dikembalikan dari neraka untuk kembali ke dunia. Tujuannya ingin beramal yang baik. Tentu saja Alloh Swt kembali bertanya kepada org kufur apakah dulu belum dikasih umur yang cukup.
Dengan masa yang sama orang lain menggunakan waktunya untuk ingat kepada Alloh Swt, mengimani dan mengindahkan perintahNya.

Sama-sama diberi umur yang mana kita dibekali pikiran normal, punya waktu, anggota badan yang sempurna. Di akhirat ada yang masuk surga juga ada ynag masuk neraka.
Kenapa, karena tidak menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya.

Banyak manusia membuata alasan sakti dari dalam dirinya sendiri. Sibuk - nanti lagi - kalau sudah pensiun.
Padahal malaikat Izroil datang tidak memberi kabar atau WA sebelumnya ... ;)

" Agar tidak rugi waktu, gunakan waktu sebaiknya "

Mohonlah kepadaNya agar diberi kesempatan.
Apa yang dapat dilakukan detik ini juga, pasang niyat, pandang jauh ke depan.
Seratus tahun ke depan , saya berada di mana ? kondisi saya seperti apa.
Jika sudah berada di dalam kubur, setiap hari memandang calon tempatnya di surga, tidur ni'mat bagaikan pengantin baru ataukah sebaliknya menerima murka malaikat setiap hari dan semakin waktu yang di lalui hingga saat hari kiyamat ?

Semua tergantung bagaimana kita memilih jalan kehidupan.Mau jalan ke surga atau neraka.
Route, rambu-rambu dan petunjuk sudah ditulis gamblang dlm muskhaf firman Alloh Swt, Alqur'an dan tuntunan Rosulullohi Saw dlm hadits2 sokhih.

Baca juga :

Awas Rugi Akhirat

Berharap Syafaat, nanti dulu. Kuotanya Terbatas 

Tidak semua da'wah benar,  waspadai yang sesat






 


Sabtu, 30 Juni 2018

Tidak Diampuni

"Sehubungan dengan idul fitri kita saling bermaaf. Pintu maaf diperlebar. Namun ada seseorang dari awal puasa sudah minta maaf, di pertengahan puasa terjadi perselisihan sampai hari raya. Mereka meminta maaf namun salah satunya menolak. Bagaimana mensikapi hal ini ustadz ? padahal Alloh saja maha pengampun"

Tulis seorang Mahasantri Kajian Artamita ke WA japri saya. Masuk tanggal 17 Juni namun maaf Ibu, baru ini dapat menanggapi.

Sehubungan soalan tersebut, alkhamdulillah ada dalil yang mendekati yaitu terdapat pada hal.49 Kitabul Adab fii Muchtarul Adilah.

Dari Abi Huroiroh dari nabi sholallohu 'alaihi wa salam, bersdabda " Dibuka beberapa pintu surga tiap hari Senin dan Kamis maka diampuni dalam dua hari itu setiap hamba yang tidak syirik kepada Alloh kecuali orang-orang yang ada dendam diantara dia dan saudaranya. Maka dikatakan tunggulah dua orang ini sehingga damai keduanya " Hadits Riwayat Abu Dawud.

Ancaman orang yang terdapat rasa dendam dalam hatinya maka dosanya tidak diampuni, meskipun dia sudah muchlisina lahudiin / memurnikan agama Alloh (tidak syirik).

Masih di kitab yang sama pada halaman 48 baris pertama judul babnya " Bab orang yang membiarkan saudaranya muslim" Dari abu Ayyub al-anshory sesungguhnya Rosulallohi Saw bersabda " Tidaklah khalal bagi seorang muslim yang yahjur (jothak) /membiarkan saudaranya di atas tiga hari. Di mana keduanya bertemu ini berpaling dan ini berpaling, dan paling baik diantara keduanya adalah ayng yang memulai salam (mengajak damai)" HR.Abu Dawud.

Hadits berikutnya masih di halaman yang sama, dari Abu Huroiroh berkata, Rosulullohi Saw bersabda " Tidaklah khalal bagi seorang muslim membiarkan (njothak) saudaranya di atas tiga hari, maka barang siapa yang membiarkan saudaranya di atas tiga hari maka mati masuk neraka " HR.Abu Dawud

Sedangkan setiap hamba beriman yang tadwa (takut kepada 'adzab Alloh) senantiasa berharap diampuni.

"


Selasa, 19 Juni 2018

Sisa-sisa Romadhon


Beberapa hari meninggalkan bulan Romadhon, masih membekas dalam memori bagaimana giat umat memanfaatkan bulan penuh barokah.
Selama satu bulan penuh umat Islam beribadah di bulan Romadhon ibarat melalui lorong dengan situasi dan kondisi meningkatnya suhu keimanan banyak kefadholan yang dapat diambil untuk memperbanyak bekal amalan. Jika peluang itu tidak dapat dimanfaatkan maka tergoloong umat yang rugi. Dalam bulan Romadhon amal kebaikan dilipatgandakan demikian pula amal kejelekan.
Dari Abu Huroiroh berkata Rosulullohi Saw bersabda “ Ketika seseorang memperbaiki Islamnya maka setiap kebaikan yang dia amalkan ditulis baginya sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus lipatan, dan setiap kejelekan yang diamalkan ditulis semislanya (tdk dilipatkan)” Hadits Riwayat Buchori.
Bagaimana indikasi seorang muslim memperbaiki Islamnya ?
Memperbaiki Islam berarti meningkatkan kebaikan, meningkatkan kualitas Islamnya.
Apa saja yang dapat ditingkatkan ?
Nah momentum bln Romadhon inilah ada beberapa point yang dapat dipertahankan untuk terus diamalkan di bulan-bulan berikutnya. 

  • Puasa. Amalan wajib di bln Romadhon dapat dilanjutkan dengan berpuasa sunah. Tapi jangan lupa jika puasa Romadhon kemarin punya hutang ya dibayar/Qodho. Untuk puasa sunah di bulan syawal ada enam hari. Berdasarkan dalil riwayat Muslim dari Abu Ayub al-anshory Rosulullohi Saw bersabda “ Barang siapa berpuasa Romadhon kemudian mengikutkan enam hari di bln Syawal maka sebagaimana puasa satu tahun”. Selepas bln Syawal bisa dilanjutkan dengan puasa sunah lainnya, seperti puasa Senin-Kamis, puasa Nabi Dawud, Puasa ‘Arofah, Puasa ‘Asyura, juga Puasa putih.
  • Sholat Malam. Sholat tarawih yang dilaksanakan selama bulan Romadhon memberikan pelatihan kpd umat untuk qiyamul lail- berdiri sholat malam. Di luar bulan Romadhon dapat dilestarikan untuk semakin taqorub ilallohi. Banyak mohon ampun atas segala dosa, mendoakan untuk org tua dan anak2. Hal yang penting dijaga adalah witirnya. Sholat malam itu mastna-matsna (dua-dua rokaat salam) jika kawatir mendekati fajar maka tutuplah dengan witir. Jumlah rokaat ganjil. Bahkan dalam hadits riwayat Abu Dawud dari Abdulloh bin Buroidah dari bapaknya berkata, bersabda Rosulullohi Saw “ al-witru /witir adalah haq (penting) maka barangsiapa yang tidak witir mk bukan golonganku, witir itu haq mk barangsiapa yang tidak witir berarti nukan golonganku, witir itu haq mk barangsiapa yang tidak witir mk bukan golonganku”. Jika sholat malam maka witir seperti wajib. Sehingga jika terpaksa bangun sdh mendekati fajar maka langsung saja kerjakan sholat witir dulu. Doanya belakangan.Sholat sunah dapat terus diperbanyak seperti sholat rowatib yang mengiringi sholat wajib selain ba'da subuh dan ba'da ashar. Kemudian sholat tasbih, sholat khajat, istichoroh, ba'da wudhu.
  • Zakat Fitrah. Fungsinya zakat untuk mensucikan amalan puasa dari perbuatan lahan dan fasik juga member makan orang miskin. Bahkan hadits lain menyebutkan bahwa amalan puasa tergantung di bawah mendung, kecuali setelah dizakati maka amal puasa sampai kepada Alloh Swt. Semangat zakat hendaklah diteruskan dengan sering bersodaqoh dan infaq di jalan Alloh sebagai wujud jihad (memperjuangan dengan harta) li takunu kalimatullohi al-a’la, agar menjadikan kalimat (Agama Alloh) luhur. 
  • Tilawatil Qur’an. Selama bln Romadahon di masjid, mushola, rumah-rumah banyak orang membaca Qur’an. Tidak sedikit yang mentarget khatam satu kali. Ada juga yang lebih satu kali. Membaca Qur’an pahalanya banyak sekali berdasar hadits riwayat Tirmidzi dari Abdulloh bin Mas’ud Rosulullohi Saw bersabda “ Barang siapa yang membaca satu khuruf dari kitabillah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan ditulis semisal sepuluh kebaikan, aku tidak berkata alif-lam-mim satu khuruf, tetapi alif satu khuruf lam satu khuruf dan mim satu khuruf  ”. Jika di dalam bln Romadhon membacanya agak cepat karena mengejar khatam, maka di bulan-bulan berikutnya membacanya lebih pelan sambil meresapi makna kandungannya. Syarat untuk mampu meresapi makna yang terkandung di dalamnya, perlu mengkaji lebih dulu arti kata demi kata (artamita) dari ayat-ayat dalam Al qur’an. 
 
Dari empat point sisa-sisa Romadhon ini bab Tilawatil Quran yang lebih ditekankan. Dengan membiasakan  Tilawatil Qur’an sesuai dengan mad (panjang-pendek bacaan), machrojul khuruf, hukum tajwid insyaAlloh mendapat pahala besar, namun tidak kalah pentingnya adalah mengetahui kandungan makna di balik ayat-ayat firman Alloh Swt. Di awal surat Albaqoroh (2) ayat 2 “Itulah (Qur’an) kitab yang tiada keraguan menjadi petunjuk bagi orang yang bertaqwa”.