Rabu, 31 Agustus 2016

Pembahasan LPM Kajian no.34 : Cara Memilih Ketua Ta'mir














Klik image di atas utk memperjelas

.....Fa man saw-wadahu qoumuhu 'alalfiq'hi kana khayatan lahu wa lahum, wa man sa-wadahu qoumuhu 'ala ghoiri fiq'hin kana halakan lahu wa lahum.

....maka barangsiapa yang kaumnya menjadikannya pemimpin atas dasar kepahaman agama maka hiduplah dia dan kaum mereka, dan barangsiapa yang kaumnya menjadikannya pemimpin atas ketidakpahaman maka rusaklah dia dan kaum mereka. Hadits Riwayat Sunan Darimi juz.1 hal.79.

Ta'mir asal kata amaro-ya'muru  mengurus, memerintah.
Setiap komunitas umat Islam yang terwadahi masjid atau mushola di sana terdapat Ta'mir.
Ketua ta'mir yang terpilih dari hasil pemilihan berdasar suara terbanyak atau hasil musyawaroh mempunyai peran penting bagi jalannya pembinaan umat di lingkungan tersebut.

Sebagaimana organisasi apapun ketua diharapkan memegang kendali, mampu memberikan dorongan semangat, memberikan pengertian kepada pengurus lain. Dengan koordinasi yang rapih kepada semua pengurus sehingga dapat bekerjasama dalam menggerakkan semua anggotanya. Membawa menuju keberhasilan organisasi sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan.

Ketua ta'mir, jika yang dijadikan adalah orang yang paham maka dia dapat memberikan arahan sesuai dengan ilmu agama, dorongan dan suri tauladan baik kepada pengurus maupun kepada semua jamaahnya.
Tapi jika yang dijadikan adalah orang yang tidak paham, maka yang terjadi sebaliknya.



Minggu, 21 Agustus 2016

Pembahasan LPM Kajian no.33 : Upaya Membumikan Ilmu Quran dan Sunah di Muka Bumi















Klik image di atas untuk memperjelas

'An 'abdillah bin Amr bin Al'as qola sami'tu Rosulallohi SAW yaqulu innAlloha la yaq'bidhul 'ilma intiza'an yantazi'uhu minal 'ibadi walakin yaq'bidhul 'ilma bi qobdhil 'ulama khatta idha lam yab'qo 'aliman ittachodza nasu ru-usan juhala fa suilu faftawu bi ghoiri 'ilmin fa dhol-lu fa adhol-lu.

Dari Abdillah bin Amr bin Al'as berkata aku mendengar Rosulallohi SAW bersabda sesungguhnya Alloh tidak menggenggam ilmu dengan cara mencabut, (yaitu) mencabut dari hamba tetapi Alloh menggenggam ilmu dengan mematikan 'ulama sehingga ketika tidak tersisa 'ulama (maka) manusia mengambil pimpinan yang bodoh ketika ditanmya maka memberi fatwa dengan selain ilmu, maka sesat mereka dan mereka menyesatkan. Hadit Riwayat Buchori juz 1 hal.34

Ilmu agama Islam yang asalnya wahyu Alloh yang diturunkan kepada utusan pilihanNya melalui Malaikat Jibril lama kelamaan akan hilang dari muka bumi.
Awalnya Islam itu asing dan akan kembali dalam keterasingan.

Hilangnya ilmu agama bukan karena para ulama hilang ingatannya sampai ngeblank lupa segala ilmu yang pernah dipahami. Tetapi Alloh mematikan ulama sedangkan generasi muda belum sempat meminta pengajara dari mereka.

Dengan kita mengkaji melalui cara menuliskan arti kata demi kata " artamita " beserta tafsir secukupnya, maka cara ini dapat melestarikan ilmu quran dan sunah (hadits) di muka bumi. Upaya pelestarian ilmu Alloh untuk membumikan dapat berjalan efektif. 

Mengingat kembali firman Alloh dalam Surah At-takhrim (66);6 " Ya ayyuhalladzina amanu qu anfusakum wa ahlikum naro........" Hai orang-orang yang beriman jagalah diri kamu dan ahli keluargamu dari neraka.

Salah satu cara yang dilakukan adalah saat kita masih hidup ini belajar ilmu agama yang sudah terdeskripsi dalam Quran dan Hadits seraya mengajak ahli famili kita kemudian mengamalkan sesuai petunjuk Rosulullohi SAW.

Tentu kita tidak akan membiarkan ahli famili kita dalam ketidaktahuan akan jalan keselamatan. Lebih afdhol jika kita membina anak, kemudian kelak anak kita membina kepada anaknya alias cucu kita. Demikian seterusnya supaya kita dan ahli famili dapat terhindar dari api neraka.

Kamis, 11 Agustus 2016

Pembahasan LPM Kajian no.32 : Menghindari Aliran Sesat










Klik  image di atas untuk memperjelas

Wa idz yatakhajuna fii nar fa yaqulu dhu'afa liladziinas takbaru inna lakum taba'an fahal antum mughnuna 'anna nasiban minanar ? qolal-ladziinas takbaru inna  kul-lun fi ha innaAlloha qod khakama bainal 'ibaad.

Surah Ghofir (40);47-48.

Dan ketika mereka saling menghujat di dalam neraka maka, maka orang yang lemah berkata kepada orang yang menyombongkan diri, sesungguhnya kami (dulu di dunia) adalah pengikutmu dapatkah kamu menghindarkan kami dari sebagian siksa neraka ?
Orang yang menyombongkan diri berkata sesunggunya kita semua sama-sama di dalam neraka, sesungguhnya Alloh sudah menghukumi di atara hamba.

Paparan yang melukiskan orang menghujat kepada gurunya tersebut dapat kita baca sekarang, sedangkan peristiwa itu baru akan terjadi kelak di kehidupan akhirat.
Orang lemah (adhu'afa') pada ayat tersebut dalam kehidupan sekarang ini adalah orang yang lemah usahanya dalam upaya peribadatan. Alloh memberikan akal dan pikiran sebagai modal untuk mencari jalan kebenaran dan keselamatan. Namun mereka lebih mempercayai ucapan orang dengan tidak menelusuri kebenaran menurut firman Alloh SWT dan Sabda Rosulullohi SAW.

Kemudian yang dimaksud istakbaru yaitu orang yang sombong.
Dalam suatu diskusi antara sobahat dengan Rosulullohi SAW pernah membahas tentang orang sombong. Berkata seorang lelaki sesungguhnya ada orang yang senang , bangga jika pakaiannya bagus dan sandalnya bagus. Rosulullohi SAW menjelaskan bahwa sesungguhnya Alloh maha baik Alloh senang dengan yang bagus. yang dimaksud sombong (al-kib'ru) adalah batorul khaqi wa ghomtu nas, menolak khaq dan meremehkan manusia.

Ok, kembali ke ayat di atas bahwa orang sombong sehingga dikhujat oekh pengikutnya di dalam neraka karena selam di dunia hatinya tidak mau menerima kebenaran khaq dan meremehkan manusia. Rasa-rasanya dua hal yang membuat seseorang dapat kembali ke jalan hidayah Alloh SWT.
Orang yang dalam hatinya ada kesombongan lebih menonjolkan ego dan pendapatnya sendiri. Kalaw punya kewenangan untuk mengajarkan nilai agama dapat membahayakan keselamatan aqidah dan syariah.

Kedua golongan, antara murid dan guru akhirnya tersesat di akhirat.

Dengan kita belajar mengkaji dengan cara yang benar, sumber pedomannya benar, prosedurnya benar. Amalannya sesuai dengan dalil2 dalam Quran dan Hadits. IsnyaAlloh dengan cara demikian semoga kita dapat menghindari aliran sesat tersebut.
   


Senin, 01 Agustus 2016

Pembahasan LPM Kajian no.31 : Penyampai Amanah Rosulullohi SAW













Klik image di atas untuk memperbesar

Qola Rosulullohi SAW " bal-lighu 'anni walau ayatan wa khaditsu 'an Bani Isroil laa kharoja. wa man kadhaba 'alaya muta'ammidan fal yatabawa' maq'adahu minannari"

Bersabda Rosulullohi SAW menyampaikanlah kamu sekialian dariku walaupun satu ayat, dan ceritakalah dari Bani Isroil tidak berdosa. dan barangsiapa berdusta atasnamaku maka menempatilah tempat duduknya dari neraka.

Pada hadits ini Rosulullohi SAW menyeru kepada siapa saja supaya menyampaikan ilmu agama walaupun hanya satu ayat. Untuk menjadi mubaligh -sebutan orang yang menyampaikan ilmu agama-tidak harus punya ilmu banyak terlebih dulu.
Sebagaimana yang tersurat pada QS.At-Takhrim (66);6 " Hai orang-orang beriman jagalah diri kamu dan keluargamu dari api neraka..........." Apa yang dimiliki dari pengetahuan agama segeralah ajak keluargamu bersama-sama berupaya mengindahkan perintah Alloh SWT agar terjaga dari api neraka.

Seruan Alloh SWT pada ayat tersebut jagalah diri kamu dan keluargamu, berarti bersama-sama, bukannya kemudian.

Berda'wah meskipun dengan satu ayat juga mengandung arti tidak harus sempurna lebih dulu bagi yang akan melakukan dakwah. Selain sifat manusia tidak ada yang sempurna, justru sambil berjalannya waktu dengan mengajak itu dampaknya positif. Orang yang sudah mengajak maka dalam dirinya timbul upaya untuk menyesuaikan dengan apa yang telah diucapkan. Berdakwah untuk sendiri lebih dulu tentunya.

Jika mendengar hadits di atas kemudian kita tergerak hati untuk menyampaikan ilmu agama meskipun baru satu ayat berarti kita menyampaikan amanah dari Rsoulullohi SAW. Semoga dengan demikian kita disaksikan menjadi umatnya yang mencintai sunah/tuntunannya, insyaAlloh.

Kemudian kalimat berikutnya dan ceritakanlah kisah-kisah Bani Isroil. Anak turun Nabi Ya'kub yang kemudian tersohor dengan julukan Bani Isroil, mempunyai banyak kisah yang dapat dipetik hikmahnya sebagai peringatan bagi kaum muslimin. Rosulullohi SAW memperbolehkan untuk disampaikan juga.Tidak dosa.

Dan barangsiapa berdusta atasnama rosul dengan sengaja maka dipersilahkan menempati tempat duduk di neraka.
Ilmu agama sebagai dasar keyakinan hingga pengamalan sudah baku dan pada jaman sekarang sudah terbukukan rapih. Cara mengaji untuk mendapatkan pengertian yang terhimpun dalam Kitabillahi dan Sunah(hadits) Nabi, sudah ada ketentuannya.
Pengertian yang Rosulullohi SAW ajarkan kepada para sohabatnya waktu itu menjadi tolak ukur nilai ajaran yang murni. Kita sekarang sangat bersyukur dapat menjumpai kitab hadits sohih. Kitab yang sudah diakui kesohihannya oleh ulama sedunia sekurang-kurangnya ada enam kitab yang disebut kutubusita atau kitab yang enam. Bukhori, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Nasai.  

Semanjak jaman Rosulullohi SAW hingga akhir jaman kelak siapapun boleh menyampaikan ajaran agama Islam sebagai aktivitas dakwah, yang benar-benar bersumber kepada Kitabillah dan Sunah (hadits) nabi.
.
Jika ada diantara para penyeru dakwah atau siapapun yang menyampaikan suatu nilai ajaran dan kenyataan tidak terdapat dalam ajaran rosul namun mengatasnamakan dari rosul berarti orang telah berdusta atasnama rosul. Orang tersebut dipersilahkan masuk neraka saja. Karena dia telah mengada-ada sehingga mencoreng ajaran Islam yang asli. Maka pantas balasan yang setimpal dia rasakan.