Sabtu, 31 Desember 2016

Tadabur-9: Amalan Ditolak

Klik image di atas untuk memperjelas

Qola Rosulullohi SAW man akhdatsa fii amrina hadza ma laisa fi hi fahuwa roddun.

Bersabda Rosululloh SAW barangsiapa memperbaharui di dalam perkaraku ini pada apa-apa yang tdk ada dalam perkaraku  (amalan ) orang itu ditolak.

Orang beribadah melaksanakan perintah Alloh SWT tentunya berharap apa yang dilakukan dapat diterima Alloh SWT dan berkenan memberi balasan yang sangat diharapkan.
Jika ada yang beribadah seolah-olah merasa ikhlas menurutnya tidak mengharapkan apa-apa, lillahi ta'ala, maka pengertian yang demikian tidaklah tepat. Karena Alloh SWT sendiri berfirman dalam QS.Ali Imron (3):133 " Dan bercepatlah kalian kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang lausnya langit dan bumi , disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa".

Dari ayat tersebut manusia diperintah , itu wa sari'u . fi'il amr jama'. Kata perintah untuk orang banyak.
Dengan mempunyai target amalan agar diterima dan dibalas surga di akhirat tentunya harus mengikuti aturan main yang sudah Alloh SWT tentukan di dalam kitabNya.

Jika apa yang dikerjakan tidak sesuai dengan pesanan maka pemesan tidak segan-segan menolak pekerjaan Anda.
Saya ambil contoh seorang berprofesi sebagai tukang jahit dipesan setelan jas oleh calon pengantin lelaki. Supaya hasilnya tepat waktu dan persis dengan model keinginannya pemesanpun memberikan contoh gambar model terbaru. Bagi penjahit profesional tentunya tidak kesulitan membereskan pesanan sepeti itu.
Begitu semangatnya calon pengantin datang mengambil orderannya. Namun apa hendak dikata ternyata jaz yang selesai dibuat tidak sesuai pesanan. Penjahit ternyata punya pendapat sendiri. Ada tambahan vareasi sedikit menurut pendapatnya jas tersebut menjadi lebih trendi, keren. Meskipun sebenarnya juga ada tanmbahan dalam pengerjaannya. 
Apa akibatnya ? Pemesan bukannya senang dan terimakasih namun kecewa yang mendalam. Dari hasil pekerjaan tukang jahit justru diomelin. Resikonya justru diminta membongkar dan diminta mengembalikan sesuai pesanan. Waktu makin mendesak untuk acara wedding party, sehingga penjahit juga merasa sangat menyesal karena menanggung resiko, harus kerja lembur dan dapat omelan tidak sedap. Terancam kehilangan pelanggan.

Mengambil I'tibar
Dari kasus ditolaknya penjahit oleh customer dapat diambil i'tibar atau gambaran.
Jika amalan ibadah manusia tidak sesuai dengan perintah dalam KItabillah wa Sunnati nabiyi maka kelak di akhirat tidak diterima oleh Alloh dan tidak mendapat balasan berupa kehidupan yang menyenangkan.
Kalau pekerjaan di dunia ditolak masih bisa diulangi. Tetapi ditolaknya amal di akhirat tidak dapat diulangi. Bagaimana mungkin karena waktu dunia sudah lewat. Waktu tidak dapat diputar ulang.
Lihat bagaimana menyesalnya orang di neraka minta kepada Alloh untuk dikembalikan ke dunia ingin menjadi orang iman, menjadi orang solih.
 
 
 



Rabu, 21 Desember 2016

Tadabur-8: Syafa'at Tidak Bermanfa'at








Klik image di atas untuk memperjelas


 Wa kunna nukadzibu bi yaumid-din (46)
Khatta atanal yaqiin (47)
Fa ma tanfa'uhum syafa'atu syafi'in (48)

Dan kami (dulu) mendustakan kepada hari pembalasan (46)
Sehingga datang kpd kami kematian (47)
Maka tidak bermanfaat bagi mereka pertolongannya orang yang memberi pertolongan.

Saudara2ku yang sempat menangkap artikel pada blog praktek kajian ini, sebagaimana sudah dimaklumi bahwa Quran adalah bashoir. Alat teropong super canggih mukjizat dari Alloh SWT.
Lihat keterangan tentag bashoir di sini.

Quran menuliskan dengan haq tentang kejadian masa lalu, masa sekarang dan apa yang akan terjadi di masa datang, Allohuakbar.
Bahwa dengan bashoir itu kemudian dapat melihat kejadian yang akan datang lihat artikelnya di sini.
Pada surah di atas yang sedang kita bahas, merupakan kejadian yang akan terjadi besuk di hari akhirat.
Oya, saya nukil intisari ayat sebelumnya mulai ayat 40.

Ayat 40. Di dalam surga orang2 iman yang sudah pada masuk saling bertanya;

Ayat 41: Tentang orang berdosa; 

Ayat 42: Apa yang membuatmu masuk ke (neraka) saqor ?

Ayat 43 : Berkata mereka " kami tidak termasuk org yang mengerjakan sholat"

Ayat 44 : Dan kami tidak memberi makan org miskin

Ayat 45 : Dan kami mengamalkan barang batal beserta org yang mengamalkan batal

Itulah rangkaian ayat secara utuh.
Orang yang hingga meninggal dunia kondisinya disebutkan dari ayat 43 hingga 46 berakibat syafaat dari siapapun tidak akan memberi manfaat.

Syafaat atau pertolongan sangat dinanti ketika hamba yang lemah tidak berdaya di hadapan pengadilan akhirat.
Syafaat tidak cukup diharap dengan doa dan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, sewaktu di dunianya. Namun penting melakukan upaya nyata dalam mengikuti sunah atau tuntunannya.

Dimulai dengan mengkaji peninggalan beliau Rosulullohi SAW yaitu dua perkara.
Kitabillah (alQuran) wa Sunnati nabi (Hadits)

Minggu, 11 Desember 2016

Tadabur-7: Lupa Peringatan Maulid Nabi











Klik image di atas untuk memperjelas
Qul in kuntum tikhibbunalloha fattabi'uni yukhbibkumullohu wa yaghfirlakum wallohu ghofurun rokhimun




  Katakan (Muhammad) jika kalian cinta kepada Alloh maka ikutilah saya , Alloh (pun) akan cinta kepadamu dan mengampunimu dan Alloh maha mengampuni (lagi) maha penyayang.

Rosulullohi Muhammad SAW hadirs di tengah-tengah umat dalam durasi 63 tahun. Pengaruhnya begitu besar terhadap dunia. 
Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi. Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif.

Daftar 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia di sepanjang sejarah, dimana Nabi Muhammad SAW ditempatkan pada rangking pertama dapat dilihat di sini.

Tentu penempatan itu didasarkan pada realita yang dirasakan.
Efek tersebut yang tampak secara lahiriyah.

Tugas suci yang diemban Rosululloh SAW sangat mulia. Mengentaskan manusia dari jurang kehinaan dan neraka. Bukti kasih sayang Alloh SWT sang pencipta kepada makhuknya.Rohmatan lil alamin.

Umat manusia yang diberi utusan Rosulullohi SAW benar2 mendapat anugerah yang besar. Tentunya dengan cara itiba' tuntunannya yang sekarang maktub dalam kitab hadits sokhih.

Hamba yang beriman mencintai Allog SWT dibuktikan dengan mengikuti sabdanya. 
" .......... Dan apa yang didatangkan Rosul maka ambillah dan apa yang dicegah , jauhilah " QS.Al-Khasr (59);7.

Perintah Alloh SWT kepada hambanya atas rosul adalah untuk mengikuti tuntunannya.
Rasa hormat dan mengagungkan tentu saja terpatri dalam hati hamba yang bertaqwa.

" Demikian (perintah Alloh) barang siapa mengagungkan tanda-tanda kekuasaan Alloh maka yang demikian dari ketaqwaan hati "  QS.Hajj (22) :32.

Bagaimana jika hamba lupa atau bahkan tidak mengetahui tarekh tanggal lahirnya?

Meski tidak memperingati hari kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW karena lupa, tidaklah menjadikan amalannya menjadi tidak sah, atau dianggap tidak menghormati Rosulallohi SAW.

Peringatan memang penting agar masyaraka tidak lupa. Tidak lupa ternyata punya utusan kiriman dari Alloh SWT untuk membimbing menuju hidayah Alloh SWT.

Lupa tidak ikut memperingati hari lahir beliau insyaAlloh bukan berarti di kiyamat kelak kemudian tidak mendapar safaat.
Seorang mendapat safaat atau tidak bukan tergantung di dunianya apakah dia memperingati maulid Nabi atau tidak. Tetapi seberapa dekat dengan rosul dalam mengkaji dan mengikuti tuntunannya dalal Kitab hadits shokhih.
 

Kamis, 01 Desember 2016

Tadabur-6: Anda Kehilangan Barang Penting ?










Klik image di atas untuk memperjelas
'An Abi Huroiroh qola , qola Rosulullohi SAW alkalimatul khikmah dholatul mu'min khaitsuma wajadaha fa huwa akhaq-qu bi ha.

Dari Abi Huroiroh berkata, bersabda Rosulullohu SAW kalimat khikmah (nilai kebenaran Quran Hadits) adalah barang hilangnya orang iman. Dimanapun menjumpai kalimat itu maka dia lebih berhak dengan kalimat itu.

Pernah kehilangan barang yang Anda anggap penting ?
Ya, rasanya gelisah. Diingat-ingat, bertanya kepada teman, tetangga. Terkadang pikiran dan tenaga ikut terkuras memikirkannya.
Untuk hal yang berhubungan dengan dokumen kependudukan sampai harus ijin dari kantor untuk mengurus laporan kehilangan ke Kantor Desa/Lurah kemudian ke Kantor Polsek setempat.
Jika barang yang hilang itu makin tinggi nilainya maka makin gundah hatinya.

Berbagai upaya dilakukan agar barang yang hilang dapat ditemukan kembali. Pengendalian diri bahkan diabaikan hingga sebagian orang bertanya ke paranormal....;) Cara yang tidak dianjurkan dalam pandangan syariat agama Islam.

Betapa senang dan gembira apabila barang yang dicari lama tidak ketemu suatu saat ditemukan orang dan dikasihkan kepada kita. Tanpa harus lapor polisi, tanpa harus repot sana-sini.

Rasa bahagia ketika menemukan barang hilang miliknya itulah hakikatnya sama dengan orang iman yang menjumpai kalimat khikmah.

Hati orang iman sudah dibuat "match" klop dengan nilai kebenaran yang terkandung dalam Kitabillah dan Sunah nabi (hadits).
Adakah dia sudah biasa mengambil nilai kebenaran untuk pemula ataukah yang sudah biasa mengikuti kajian, pada prinsipnya sama.

Orang iman akan selalu merindukan untuk mengisi hatinya dengan pengertian dari Quran dan Hadits. Jika beberapa waktu sampai tersibukkan berbagai urusan, maka orang iman merasa gelisah ingin segera mengkaji kembali. Tentu saja mengkaji yang tidak sekedar baca Quran, namun hingga arti dan pengertiannya.

Dengan makin tersedianya alat teknologi modern yang dapat dioptimalkan untuk mengaji, hal demikian jangan disia-siakan.
Mengkaji, menambah ilmu agama bahkan dapat dibantu dengan hp android.

Segera temukan barang Anda yang hilang. Mari ber-fastabiqul choirot.

Senin, 21 November 2016

Tadabur-5: Orang Iman Dipenjara










 Klik image di atas untuk memperjelas.

'An Abi Huroiroh qola qola Rosulullohi SAW Ad-dunia sij'nul mu'min wa jannatul kafir

Dari Abi Huroiroh berkata, bersabda Rosulullohi SAW dunia adalah penjara orang iman dan surganya orang kafir.

Namanya penjara, bayangannya adalah kawasan dengan tembok tinggi. Pada bagian atas dipasang kawat berduri. Ada juga terlihat semacam gardu untuk menjaga agar para narapidana tidak melarikan diri dari penjara. Pada bagian bilik dipasang terali besi yang kuat. Kok seperti kandang kalau gambaran ekstrimnya. Tentun saja ini hanya bayangan, karena alkhamdulillah penulis juga belum pernah dipenjara.... ;)
Orang dipenjara dibatasi aturan sehingga mengirangi kebebasan. Rasa tidak tahan bahkan tertekan sihingga beberapa narapidana kabur melarikan diri.

Orang iman dipenjara di dunia.
Orang yang mengimani firman Alloh SWT kemudian menjadikan iman tersebut menancap dalam hati sanubari terucap dalam lisan dan terbentuk dalam perilaku akan merasakan penjara di dunianya.
Ad-din atau agama yang dipahami menjadi suatu keyakinan mengikat orang iman dengan berbagai aturannya.
Tidak bisa bebas karena dipagari dengan aturan hidup yang telah ditentukan oleh Alloh SWT.
Penjara bagi orang iman hanya sementara selama hidupnya. Setelah selesai menetapi keimanannya dengan sukses maka di akhirat akan dibebaskan dan menikmati kehidupan yang nikmat dan abadi.

Orang kafir surganya di dunia.
Surganya orang yang tidak beriman alias kufur alias kafir itu di dunia. Mereka bebas berbuat apa saja seolah tidak ada aturan yang mengikat. Kebalikan dengan kebebasannya org iman di surga akhirat.
Surganya orang kufur di dunia tidak dapat dinikmati dengan sepenuhnya karena juga banyak keterbatasannya.
Maksud dari surganya org kufur di dunia lebih menekankan bebasnya dari aturan Alloh SWT tetapi klw dalam hal kesenangan terbatas dengan sifat duniawi itu kesenangan semu. Setelah di akhirat baru siksaan yang abadi dan lebih menghinakan.
  


Jumat, 11 November 2016

Tadabur-4: Ingin Amal Diterima Alloh SWT ?











Klik image di atas utk memperjelas

Qola Rosulullohi SAW innAlloha ta'ala laa yaq'balu minal 'amali il-la ma kanu cholison wab'tughia bihi waj'huh

Sesungguhnya Alloh tidak menerima dari amalan kecuali apa yang ada bagi amal itu murni dan dicari dengan amal itu wajah Alloh.

Yak, orang beramal sebagai bentuk ibadah kepada Alloh tentunya berharap agar amalnya diterima oleh Alloh. Dengan amal diterima itulah kelak Alloh membalas dengan pahala.

Ternyata amal dapat diterima jika memenuhi kriteria yaitu muchlish yaitu murni dan mencari wajah Alloh.

Murni, pengertiannya seperti madu murni. Berarti alsi tanpa bahan tambahan apapun. Asli yang keluar dari perut lebah.
Amal murni amalan yang asli seperti Alloh perintahkan untuk itiba' / mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh Muhammad SAW sebagai utusan Alloh. Tidak ditambah tidak dikurangi.

Kemudian kriteria yang kedua agar amal diterima Alloh niyat dalam beramal  harus karena Alloh semata.
Jika niyatnya cari pujian, riya pamer agar dilihat orang. Juga sum'ah pamer agar didengar orang. Maka amal yg seperti itu tidak diterima sehingga di akchirat lebur amalannya.

Nah untuk dapat diterima maka kedua syarat tersebut harus terintegrasi, bersenyawa dalam amalan ibadah kepada Alloh.
Salah satu tidak terpenuhi maka amalan tidak diterima.

Tentunya kita tidak ingin di dunia ini amalannya sudah banyak, sudah lama mengaji namun di akhirat tergolong orang yang rugi. 

Selasa, 01 November 2016

Tadabur-3 : Cita-cita Terbesar












Klik image di atas untuk memperjelas

'An Anas bin Malik qola, qola Rosulullohi SAW a'dhomunaasi hamman almu'min al-ladzi yahummu bi amri dun-yahu wa amri achirotihi

Dari Anas bin Malik berkata, bersabda Rosulullohi SAW sebesar-besar manusia cita-citanya adalah orang iman yang mencipyakan dengan urusan dunianya dan urusan akhiratnya.

Ketika anak usia Taman Kanak-kanak ditanya kelak ingin menjadi apa ? jawabnya tentu bervareasi. Ada yang ingin menjadi pilot, polisi, tentara dan lain-lain. Ya, latarbelakang anggota keluarga yang sukses, atau pernah melihat sesuatu yang berkesan dapat memberikan inspirasi sehingga diidolakan.

Boleh saja, tidak ada yang salah. Cita-cita seseorang akan diupayakan sehingga menjadi kenyataan.

Namun diantara cita-cita manusia yang paling besar adalah yang ingin sukses urusan dunia dan akhiratnya.

Akhirat merupakan muara terakhir kehidupan manusia. Menjalani agama adalah upaya agar mempersiapkan kehidupan setelah kematian. Untuk dapat menjalani agama dengan lancar memerlukan dukungan material yang memadai. Jaman Rosulullohi SAW dengan jaman sekarang sudah jauh perbedaannya. Pada jaman dulu satu keluarga terdiri suami-istri yang mempunyai satu potong kain sehingga keduanya tidak dapat sholat berjamaah sekaligus di masjid. Satu sholat di masjid, satunya nunggu di rumah karena tidak punya pakaian.MasyaAlloh. Namun ukuran waktu itu dapat dikatakan lancar beribadah.

Rasanya hal demikian sulit dibayangkan berlaku pada jaman sekarang.

"Adunia munqoroqotul jawaz" dunai merupakan jembatannya orang yang lewat. Cita-cita keberhasilan dunia untuk merauh setinggi-tingginya sukses akhirat, itulah cita-cita manusia yang paling agung.

Senin, 31 Oktober 2016

Tadabur-2 : Akhlak Bagian Qodarulloh














Klik image di atas untuk memperjelas

'An Abdillaih bin Mas'ud qola, qola Rosulullohi SAW innalloha qosama bainakum akhlaqokum kama qosama bainakum arzaqokum, wa innalloha yu'ti dunia man yukhibbu wa man laa yukhibbu wa laa yu'ti diina il-la man akhabba fa man a'tohullohu diin fa qod akhabbahu.

Dari Abdulloh bin Mas'ud berkata, bersabda Rosulullohi SAW sesungguhnya Alloh membagi akhlak kalian sebagaimana Alloh membagi rejeki di antara kalian. Dan sesungguhnya Alloh memberi dunia kepada orang yang Alloh cintai dan orang yang tidak Alloh cintai, dan tidak memberi agama kecuali kepada orang yang Alloh cintai. Maka barangsiapa yang Alloh berikan agama kepadanya maka sungguh Alloh cinta kepadanya.

Jumat, 21 Oktober 2016

Tadabur-1 : Bicara Membawa Petaka










Klik image di atas untuk memperjelas

'an abi Huroiroh qola , qola Rosulalohi SAW"inna rojila yatakallamu bikalimati laa yaro biha ba'san yahwi biha sab'ina chorifan fii nar.

Dari Abi Huroiroh (dia)berkata, bersabda Rosulullohi SAW sesungguhnya seseorang niscaya dengan suatu kalimat (yang) tidak mengetahui bahaya dengan kalimat itu (maka kelak) dia jatuh karenanya 70 tahun di dalam neraka.

Bicara memang mudah. Setiap diri manusia diberi lesan oleh Alloh SWT memang untuk bicara.
Namun bicara yang seperti apa sehingga terjadi seorang sampai jatuh terbang melayang selama 70 tahun di dalam neraka.

Orang berbicara sama-sama mengeluarkan suara, yang membedakan adalah maksud dan akibat dari suaranya itu.
Dari ucapannya seorang dapat memperolah hasil yang positif buat dirinya, keluarganya, bangsa dan agamanya.
Namun juga tidak mustahil seorang dijebloskan ke dalam penjara, bahkan penjara abadi di akhirat juga karena suara dari lisannya.

Kalau contoh yang pertama ya suara yang baik, bicara yang baik untuk mendukung pekerjaan yang khalal. Sebagai guru, sebagai konsultan. Bicara untuk da'wah yang baik2 yang benar sesuai petunjuk Rosulallohi SAW.

Tapi dari bicara yang buruk seperti memfitnah, mengadu domba, mengajak atau da'wah ternyata menyalahi aturan Rosululloh SAW. Bukannya hasil pahala berupa surga yang jadi idaman, melainkan hukuman dari Alloh di akhirat berupa kehidupan yang menyengsarakan di dalam neraka.

Di sini pentingnya belajar da'wah yang benar sesuai petunjuk Alloh dan Rosulnya.

Kebenaran sabda nabi tentang dalamnya neraka dengan kedalaman jarak tempuh benda jatuh selama 70 tahun diperkuat dalil lainnya dalam hadits riwayat Tirmidzi juz 4 hal.708.

Selasa, 11 Oktober 2016

Pembahasan LPM Kajian no.39 : Menjemput Pertolongan Alloh










Klik image di atas untuk memperjelas

Ya ay-yuhal-ladziina amanu in tansyurulloha yanshurkum wa yutsabit aq'damakum

Wahai orang-orang yang beriman jika kalian menolong Alloh (maka) Alloh menolong kalian dan menetapkan telapak kaki (keimanan) kalian.

Alloh SWT melalui surat yang disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Rosulallohi SAW, menyeru kepada  orang-orang iman.

Bahwa jika orang iman sanggup menolong Alloh , maka Allohpun akan menolong kepada orang iman.
Alloh SWT mempunyai kehendak diciptakannya bumi langit dan segala isinya. Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Alloh SWT.
Menolong Alloh maksudnya ikut melancarkan upaya manusia dalam melaksanakan peribadatan kepada Alloh. Menolong agar agama Alloh bisa tegak di muka bumi. Li takunu kalimatullohi al'ulya agar ada kalimat (agama)Alloh mulia.

Manusia dalam kehidupannya penuh dengan permasalahan. Tentu tidak ada manusia yang tidak perlu pertolongan. Hakikatnya sejak lahir hingga meninggal tidak akan lepas dari bantuan orang lain.

Jika sekedar utk hidup tanpa tujuan yang jelas mungkin tidak perlu pertolongan khusus dari Alloh SWT.
Tetapi utk tujuan yang mulia ingin mendapatkan kehidupan yang mulia dunia hingga akhirat tdk akan bisa selain dengan ijinNya.

Maka dengan selalu mengkaji, mengamalkan isinya dan berupaya menolong agama Alloh SWT niscaya akan diberi kemudahan dan pertolongan urusan dunia hingga Akhirat.

Aamiin allohumma aamiin.


Sabtu, 01 Oktober 2016

Pembahasan LPM Kajian no.38 : Menerima Rejeki Dari Yang Tidak Disangka









Klik image di atas untuk memperjelas

Man tafaq-qohu fii diinillahi kafahullohu hammahu wa rozaqohu min khaitsu laa yakhtasib

Barangsiapa memahamkan diri dalam agama Alloh maka Alloh mencukupi cita-cita (keinginan)nya dan memberi rejeki kepadanya dari mana yang (dia) tidak menyangkanya.

Memahamkan diri dalam agama merupakan langkah yang mulia menurut Alloh SWT.
Dengan catatan niyatnya adalah tulus dan ichlas semata mengharapkan rohmat dan ridhoNya.
Alloh SWT mencukupi cita-cita atau keinginannya dalam artian orang tersebut diberi kecukupan atas kebutuhan hajat hidupnya.
Kebutuhan standar hidup antara lain pangan, sandang dan papan. Alloh SWT memberikan kecukupan melalui usaha apa saja yang dijalankan.

Yang perlu diingat bahwa yang dimaksud rejeki itu bukan semata dalam aspek kebendaan yang terlihat. Namun kesehatan, rasa tenang dalam hati, kedamaian hidup adalah merupakan rejeki Alloh SWT.

Materi duniawi tidak dapat membeli ketenangan hidup, kedamaian dalam keluarga.

Namun dengan menomorsatukan urusan sabilillah, Alloh SWT pula yang memberikan segalanya. Alloh SWT akan memenuhi hati dengan rasa kaya dan kefakirannya akan ditutup seperti postinghttp://artamita.blogspot.co.id/2016/03/pembahasan-lpm-kajian-no18-penenang-dan_57.html

Rabu, 21 September 2016

Pembahasan LPM Kajian no.37 : Hindari Kematian Keadaan Juhala












Klik image di atas untuk memperjelas

Qolbun laisa fiihi syai-un minal khikmah ka baiti choribin fa ta'al-lamu wa 'al-limuu wa tafaq-qohu wa laa tamutu juh-halan fa innalloha laa ya'dziro 'alal jahli.

Hati yang tidak ada di dalamnya sesuatu dari khikmah seperti rumah yang kosong maka kalian belajarlah dan mengajarkanlah dan pahamkanlah diri kalian dan jangan engkau mati dalam keadaan bodoh maka sesungguhnya Alloh tidak menerima udzur(alasan) atas kebodohan.

Khikmah adalah pengertian nilai-nilai yang terdapat di dalam Kitabillahi dan Sunah atau tuntunan Rosulallohi SAW. Didapat setelah proses mempelajari bacaan, arti dan keterangan dua perkara peninggalan utusan Alloh.
Jika hati seseorang tiada pengertian kandungan ilmu Quran dan Hadits diibaratkan rumah kosong. Rumah yang kosong berarti mudah ditempati kotoran, hewan-hewan kecil seperti kecoa, tikus, kalajengking dll. Bahkan boleh jadi ditempati makhluk yang tidak terlihat mata telanjang. Kondisi bangunanpun bisa berangsur rusak karena tidak terpelihara. Jika sudah demikian ketika akan ditempati harus dibersihkan kembali.
Hati yang kosong dari pengertian ilmu Quran Hadits mudah dihinggapi penyakit hati seperti, khasad (iri hati, dengki), tamak harta, rakus, mudah dihasut dll.

Kemudian dalam hadits di atas, diseru untuk belajar. Dengan belajar menjadi tahu apa yang sebelumnya tidak diketahui, jadi paham atas apa yang sebelumnya tidak mudeng.
Setelah belajar diperintah untuk mengajarkan. Suatu pemberian yang paling ni'mat jika seorang mendengarkan nilai kebenaran kemudian menyampaikan kepada saudaranya yang belum mengerti.

Wa tafaqqohu , dan kalian pahamkan diri. Ini perlu proses sehingga boleh jadi makan waktu. Hal yang wajar karena kita pertama mendengar mungkin asing di telinga bahkan di hati. Nah dengan selalu menderes mengulangi apa yang telah didengar dicatat, insyaAlloh akan menjadi paham.

Jangan mati kalian dalam keadaan kebodohan, berhubung mati itu datang sewaktu-waktu berarti harus secepatnya tahu. Kebodohan artinya ketidaktahuan dalam sutu hal.
Ada banyak hal penting yang sudah tertulis dalam quran dan Hadits bahkan itu haq akan terjadi, jangan sampai kelak di akhirat bilang tidak sempat belajar di dunianya, kalau sudah demikian ...alamat celaka, na'udzubillahi min dzalik.

Sebab sasungguhnya Alloh SWT tidak menerima alasan atas ketidaktahuan.
Sudah diberi umur, diberi kesempatan, diberi kecerdasan akal pikiran yang normal kok sampai matinya belum sempat belajar ngaji serius.

Itulah pentingnya mengaji secara intensif. Orang belajar ilmu dunia, pengetahuan umum saja sampai berpuluh tahun, dengan pikiran dan biaya yang tidak sedikit. Mengapa belajar Quran Hadits tidak serius ?

Minggu, 11 September 2016

Pembahasan LPM Kajian no.36 : Mengikuti Cara Mengaji Sobahat & Rosul









Klik image di atas untuk memperjelas

Tasma'una wa yusma minkum wa yusma'u miman sami'a minkum.

Kalian mendengarkan dan didengar dari kalian, dan didengar dari orang yang mendengar dari kalian.

Rosulullohi SAW selain sebagai penyampai risalah juga sekalian memberikan suri tauladan. Tidak terkecuali dalam hal menyampaikan ilmu.
Wahyu Alquran yang diturunkan kepada Rosulallohi secara bertahap para sohabat (sebutan org iman yang menjumpai masa hidup Nabi Muhammad SAW) langsung mengetahui dampaknya.

Semenjak diangkat menjadi utusan Alloh menyampaikan wahyu kepada para sohabat waktu itu, rosulullloh selama hidupnya terus mengajarkan ilmu dan memberikan contoh peribadatan hingga akhir hayat selama lk 23 tahun.

Jasa besar para sobahat yang menerima keterangan dari segala aturan hukum kemudian menyampaikan kepada generasi berikutnya merupakan tugas mulia. Karena dari sanalah nilai-nilai agama dapat terjaga secara bersambung , turun berturun hingga sekarang jaman kita ini.

Ilmu agama yang diserahterimakan secara estafet menjadi nilai yang tidak dapat diukur dengan harga duniawi. Itulah warisan dari para nabi, Ini relevan dengan Pembahasan LPM Kajian No.10 :


Metode yang dilaksanakan oleh Nabi dan sohabat adalah  istima' , menggunakan pendengaran.

Sohabat mendengar kepada rosul, kemudian sohabat menyampaikan keterangan kepada generasi tabi'in (pengikut sohabat). Kemudian tabi'in menyampaikan kepada generasi berikutnya yaitu tabi'it tabi'in (generasi pengikutnya pengikut sohabat tadi).

 

Kamis, 01 September 2016

Pembahasan LPM Kajian no.35 : Tabi'at Orang Iman















Klik image di atas untuk memperjelas

Wa qola Rosulullohi SAW inna min achlaqil mu'min quwwatan fii diin wa khazman fii linin wa imanan fii yaqin wa khirshon fii 'ilmin wa syafaqotan fii miqotin wa khilman fii 'ilmin.

Dan bersabda Rosulullohi SAW sesungguhnya dari (sebagian) akhlaknya org iman  kuat agamanya *)1, dan tegas dalam lembut *)2, dan keimanan dalam keyakinan *)3, dan haus dalam ilmu*)4, dan khawatir di dalam senang*)5, dan dermawan dalam ilmu*)6......alhadits Riwayat AlHakim.

*)1.Kuat agamanya. Orang iman itu punya prinsip yang dipegang teguh dari hatinya dan diwujudkan dalam ucapan, sikap dan tindakan. Dengan kuatnya prinsip itu sehingga tidak mudah terpengaruh oleh godaan, rayuan yang berakibat rusaknya keimanan.

*)2. Tegas dalam lembut. Pengetahuan yang diperoleh dari kajian kitabillah dan sunah/tuntunan rosul menjadikannya teguh memegang nilai-nilai kebenaran. Dalam jiwanya tegas menegakkan kebenaran dan berusaha memerangi kemungkaran tetapi dalam menyampaikan penuh dengan hikmah dan kebijasanaan. Bersikap lembut dalam pembawaan dan penyampaian kebenaran dengan "empan , papan, adepan" sehingga orang mendengarnya menjadi simpatik dan tertarik.

*)3.Keimanan dan keyakinan. Apa yang diyakini menjadi prinsip dalam hidupnya dilandasi keimanan yang benar mengikuti kaidah dan syariat yang telah ditentukan oleh Alloh SWT dalam Alquran dan sabda Rosul dalam hadits.

*)4. Haus dalam ilmu. Orang iman selalu haus akan ilmu yang didapatkan dari mengkaji Kitab Al-quran dan Hadits. Setiap kali mengkaji senantiasa mendapatkan siraman yang menyejukkan hati. Hal yang demikian membuatnya selalu haus untuk mengkaji ilmu Quran dan Sunah. Kalimat hikmah (nilai kebenaran dan Quran dan Sunah) merupakan barang hilangnya orang iman, dimanapun menjumpai maka ia merasa lebih hak.

*)5. Khawatir dalam senang. Orang iman merasa takut amalnya kurang, khawatir dosanya banyak, khawatir jika amalnya kelak tidak diterima Alloh SWT. Waktu yang tersisa dari umurnya digunakan untuk mukhasabah bi nafsihi, mengoreksi diri sendiri. Namun dalam kekhawatiran itu tersimpan rasa senang dan syukur atas hidayah yang telah dianugerahkan kepadanya.

*)6. Dermawan dalam ilmu. Ilmu yang telah dimiliki tidak disimpan sendiri namun orang iman berusahamenyampaikan kepada orang lain. Mengingat pesan Rosulullohi SAW " qulil haqo wa in kana muron" sampaikan haq meskipun pahit. Kebenaran yang disampaikan berasa pahit benar adanya. Adakalanya pahit bagi yang tidak siap menerima namun juga pahit bagi penyampainya. Sudah berusaha memberanikand diri terkadang niyat baik diterima dengan cara yang tidak baik. Namun orang iman tetap dermawan dalam ilmu, tidak pelit, tidak disembunyikan hanya untuk diri sendiri.



Rabu, 31 Agustus 2016

Pembahasan LPM Kajian no.34 : Cara Memilih Ketua Ta'mir














Klik image di atas utk memperjelas

.....Fa man saw-wadahu qoumuhu 'alalfiq'hi kana khayatan lahu wa lahum, wa man sa-wadahu qoumuhu 'ala ghoiri fiq'hin kana halakan lahu wa lahum.

....maka barangsiapa yang kaumnya menjadikannya pemimpin atas dasar kepahaman agama maka hiduplah dia dan kaum mereka, dan barangsiapa yang kaumnya menjadikannya pemimpin atas ketidakpahaman maka rusaklah dia dan kaum mereka. Hadits Riwayat Sunan Darimi juz.1 hal.79.

Ta'mir asal kata amaro-ya'muru  mengurus, memerintah.
Setiap komunitas umat Islam yang terwadahi masjid atau mushola di sana terdapat Ta'mir.
Ketua ta'mir yang terpilih dari hasil pemilihan berdasar suara terbanyak atau hasil musyawaroh mempunyai peran penting bagi jalannya pembinaan umat di lingkungan tersebut.

Sebagaimana organisasi apapun ketua diharapkan memegang kendali, mampu memberikan dorongan semangat, memberikan pengertian kepada pengurus lain. Dengan koordinasi yang rapih kepada semua pengurus sehingga dapat bekerjasama dalam menggerakkan semua anggotanya. Membawa menuju keberhasilan organisasi sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan.

Ketua ta'mir, jika yang dijadikan adalah orang yang paham maka dia dapat memberikan arahan sesuai dengan ilmu agama, dorongan dan suri tauladan baik kepada pengurus maupun kepada semua jamaahnya.
Tapi jika yang dijadikan adalah orang yang tidak paham, maka yang terjadi sebaliknya.



Minggu, 21 Agustus 2016

Pembahasan LPM Kajian no.33 : Upaya Membumikan Ilmu Quran dan Sunah di Muka Bumi















Klik image di atas untuk memperjelas

'An 'abdillah bin Amr bin Al'as qola sami'tu Rosulallohi SAW yaqulu innAlloha la yaq'bidhul 'ilma intiza'an yantazi'uhu minal 'ibadi walakin yaq'bidhul 'ilma bi qobdhil 'ulama khatta idha lam yab'qo 'aliman ittachodza nasu ru-usan juhala fa suilu faftawu bi ghoiri 'ilmin fa dhol-lu fa adhol-lu.

Dari Abdillah bin Amr bin Al'as berkata aku mendengar Rosulallohi SAW bersabda sesungguhnya Alloh tidak menggenggam ilmu dengan cara mencabut, (yaitu) mencabut dari hamba tetapi Alloh menggenggam ilmu dengan mematikan 'ulama sehingga ketika tidak tersisa 'ulama (maka) manusia mengambil pimpinan yang bodoh ketika ditanmya maka memberi fatwa dengan selain ilmu, maka sesat mereka dan mereka menyesatkan. Hadit Riwayat Buchori juz 1 hal.34

Ilmu agama Islam yang asalnya wahyu Alloh yang diturunkan kepada utusan pilihanNya melalui Malaikat Jibril lama kelamaan akan hilang dari muka bumi.
Awalnya Islam itu asing dan akan kembali dalam keterasingan.

Hilangnya ilmu agama bukan karena para ulama hilang ingatannya sampai ngeblank lupa segala ilmu yang pernah dipahami. Tetapi Alloh mematikan ulama sedangkan generasi muda belum sempat meminta pengajara dari mereka.

Dengan kita mengkaji melalui cara menuliskan arti kata demi kata " artamita " beserta tafsir secukupnya, maka cara ini dapat melestarikan ilmu quran dan sunah (hadits) di muka bumi. Upaya pelestarian ilmu Alloh untuk membumikan dapat berjalan efektif. 

Mengingat kembali firman Alloh dalam Surah At-takhrim (66);6 " Ya ayyuhalladzina amanu qu anfusakum wa ahlikum naro........" Hai orang-orang yang beriman jagalah diri kamu dan ahli keluargamu dari neraka.

Salah satu cara yang dilakukan adalah saat kita masih hidup ini belajar ilmu agama yang sudah terdeskripsi dalam Quran dan Hadits seraya mengajak ahli famili kita kemudian mengamalkan sesuai petunjuk Rosulullohi SAW.

Tentu kita tidak akan membiarkan ahli famili kita dalam ketidaktahuan akan jalan keselamatan. Lebih afdhol jika kita membina anak, kemudian kelak anak kita membina kepada anaknya alias cucu kita. Demikian seterusnya supaya kita dan ahli famili dapat terhindar dari api neraka.

Kamis, 11 Agustus 2016

Pembahasan LPM Kajian no.32 : Menghindari Aliran Sesat










Klik  image di atas untuk memperjelas

Wa idz yatakhajuna fii nar fa yaqulu dhu'afa liladziinas takbaru inna lakum taba'an fahal antum mughnuna 'anna nasiban minanar ? qolal-ladziinas takbaru inna  kul-lun fi ha innaAlloha qod khakama bainal 'ibaad.

Surah Ghofir (40);47-48.

Dan ketika mereka saling menghujat di dalam neraka maka, maka orang yang lemah berkata kepada orang yang menyombongkan diri, sesungguhnya kami (dulu di dunia) adalah pengikutmu dapatkah kamu menghindarkan kami dari sebagian siksa neraka ?
Orang yang menyombongkan diri berkata sesunggunya kita semua sama-sama di dalam neraka, sesungguhnya Alloh sudah menghukumi di atara hamba.

Paparan yang melukiskan orang menghujat kepada gurunya tersebut dapat kita baca sekarang, sedangkan peristiwa itu baru akan terjadi kelak di kehidupan akhirat.
Orang lemah (adhu'afa') pada ayat tersebut dalam kehidupan sekarang ini adalah orang yang lemah usahanya dalam upaya peribadatan. Alloh memberikan akal dan pikiran sebagai modal untuk mencari jalan kebenaran dan keselamatan. Namun mereka lebih mempercayai ucapan orang dengan tidak menelusuri kebenaran menurut firman Alloh SWT dan Sabda Rosulullohi SAW.

Kemudian yang dimaksud istakbaru yaitu orang yang sombong.
Dalam suatu diskusi antara sobahat dengan Rosulullohi SAW pernah membahas tentang orang sombong. Berkata seorang lelaki sesungguhnya ada orang yang senang , bangga jika pakaiannya bagus dan sandalnya bagus. Rosulullohi SAW menjelaskan bahwa sesungguhnya Alloh maha baik Alloh senang dengan yang bagus. yang dimaksud sombong (al-kib'ru) adalah batorul khaqi wa ghomtu nas, menolak khaq dan meremehkan manusia.

Ok, kembali ke ayat di atas bahwa orang sombong sehingga dikhujat oekh pengikutnya di dalam neraka karena selam di dunia hatinya tidak mau menerima kebenaran khaq dan meremehkan manusia. Rasa-rasanya dua hal yang membuat seseorang dapat kembali ke jalan hidayah Alloh SWT.
Orang yang dalam hatinya ada kesombongan lebih menonjolkan ego dan pendapatnya sendiri. Kalaw punya kewenangan untuk mengajarkan nilai agama dapat membahayakan keselamatan aqidah dan syariah.

Kedua golongan, antara murid dan guru akhirnya tersesat di akhirat.

Dengan kita belajar mengkaji dengan cara yang benar, sumber pedomannya benar, prosedurnya benar. Amalannya sesuai dengan dalil2 dalam Quran dan Hadits. IsnyaAlloh dengan cara demikian semoga kita dapat menghindari aliran sesat tersebut.
   


Senin, 01 Agustus 2016

Pembahasan LPM Kajian no.31 : Penyampai Amanah Rosulullohi SAW













Klik image di atas untuk memperbesar

Qola Rosulullohi SAW " bal-lighu 'anni walau ayatan wa khaditsu 'an Bani Isroil laa kharoja. wa man kadhaba 'alaya muta'ammidan fal yatabawa' maq'adahu minannari"

Bersabda Rosulullohi SAW menyampaikanlah kamu sekialian dariku walaupun satu ayat, dan ceritakalah dari Bani Isroil tidak berdosa. dan barangsiapa berdusta atasnamaku maka menempatilah tempat duduknya dari neraka.

Pada hadits ini Rosulullohi SAW menyeru kepada siapa saja supaya menyampaikan ilmu agama walaupun hanya satu ayat. Untuk menjadi mubaligh -sebutan orang yang menyampaikan ilmu agama-tidak harus punya ilmu banyak terlebih dulu.
Sebagaimana yang tersurat pada QS.At-Takhrim (66);6 " Hai orang-orang beriman jagalah diri kamu dan keluargamu dari api neraka..........." Apa yang dimiliki dari pengetahuan agama segeralah ajak keluargamu bersama-sama berupaya mengindahkan perintah Alloh SWT agar terjaga dari api neraka.

Seruan Alloh SWT pada ayat tersebut jagalah diri kamu dan keluargamu, berarti bersama-sama, bukannya kemudian.

Berda'wah meskipun dengan satu ayat juga mengandung arti tidak harus sempurna lebih dulu bagi yang akan melakukan dakwah. Selain sifat manusia tidak ada yang sempurna, justru sambil berjalannya waktu dengan mengajak itu dampaknya positif. Orang yang sudah mengajak maka dalam dirinya timbul upaya untuk menyesuaikan dengan apa yang telah diucapkan. Berdakwah untuk sendiri lebih dulu tentunya.

Jika mendengar hadits di atas kemudian kita tergerak hati untuk menyampaikan ilmu agama meskipun baru satu ayat berarti kita menyampaikan amanah dari Rsoulullohi SAW. Semoga dengan demikian kita disaksikan menjadi umatnya yang mencintai sunah/tuntunannya, insyaAlloh.

Kemudian kalimat berikutnya dan ceritakanlah kisah-kisah Bani Isroil. Anak turun Nabi Ya'kub yang kemudian tersohor dengan julukan Bani Isroil, mempunyai banyak kisah yang dapat dipetik hikmahnya sebagai peringatan bagi kaum muslimin. Rosulullohi SAW memperbolehkan untuk disampaikan juga.Tidak dosa.

Dan barangsiapa berdusta atasnama rosul dengan sengaja maka dipersilahkan menempati tempat duduk di neraka.
Ilmu agama sebagai dasar keyakinan hingga pengamalan sudah baku dan pada jaman sekarang sudah terbukukan rapih. Cara mengaji untuk mendapatkan pengertian yang terhimpun dalam Kitabillahi dan Sunah(hadits) Nabi, sudah ada ketentuannya.
Pengertian yang Rosulullohi SAW ajarkan kepada para sohabatnya waktu itu menjadi tolak ukur nilai ajaran yang murni. Kita sekarang sangat bersyukur dapat menjumpai kitab hadits sohih. Kitab yang sudah diakui kesohihannya oleh ulama sedunia sekurang-kurangnya ada enam kitab yang disebut kutubusita atau kitab yang enam. Bukhori, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Nasai.  

Semanjak jaman Rosulullohi SAW hingga akhir jaman kelak siapapun boleh menyampaikan ajaran agama Islam sebagai aktivitas dakwah, yang benar-benar bersumber kepada Kitabillah dan Sunah (hadits) nabi.
.
Jika ada diantara para penyeru dakwah atau siapapun yang menyampaikan suatu nilai ajaran dan kenyataan tidak terdapat dalam ajaran rosul namun mengatasnamakan dari rosul berarti orang telah berdusta atasnama rosul. Orang tersebut dipersilahkan masuk neraka saja. Karena dia telah mengada-ada sehingga mencoreng ajaran Islam yang asli. Maka pantas balasan yang setimpal dia rasakan.



Kamis, 21 Juli 2016

Pembahasan LPM Kajian no.30 : Mempermudah Kontrol Kepemilikan Ilmu Agama











Klik image di atas untuk memperjelas

Qola Rosulullohi SAW yaummul qouma aq'rouhum li kitabillah.....fa a'lamuhum bi sunnah.

Bersabda Rosulullohi SAW mengimami kaum lebih pandainya mereka membaca kitabillah......maka lebih banyak mengetahui mereka dengan hadits. 
Hadits Riwayat Nasa'i.

Hadits di atas merupakan petunjuk dari Rosulullohi SAW dalam pemilihan siapa diantara kaum muslimin yang paling berhak menjadi imam.

Kalau aslinya hadits lebih panjang, namun di sini disingkat yang intinya saja sebagaimana judul postingan.
Prioritas pertama sabda nabi yang paling berhak mengimami sholat jamaah adalah yang paling baik bacaan Alqurannya.
Kalau imam bacaannya baik, benar sesuai hukum-hukum tajwid, suaranya enak didengar berarti barokah buat dirinya dan jamaah yang menjadi makmumnya.

Yang dimaksud bacaan baik dan benar itu paling tidak memenuhi empat kriteria.

A. Makhrojul khuruf yaitu tempat keluarnya huruf.
Semua huruf hijaiyah yang berjumlah 28 masing-masing mempunyai cirikas yang berbeda satu dengan lainnya.
Tempat mengeluarkan huruf dalam mulut harus diusahakan tepat. Karena beda mengucapkan maka boleh jadi artinya juga berbeda.

B. Panjang pendek bacaan yaitu hukum mad.
Panjang pendek bacaan juga penting untuk diperhatikan. Salah dalam melafadzkan panjang pendeknya juga dapat mempengaruhi artinya.

C.Hukum tajwid ; mendengung,jelas, samar dll.
Karena pentingnya mendengungkan ini sampai Rosulullohi SAW bersabda " barangsiapa tidak mendengungkan maka bukan golongan saya" 
Teori bacaan alquran dapat dipelajari dengan hukum tajwid.

D.Kelancaran.
Setelah dasar teori dan prakteknya benar sesuai dengan ketentuan hukum tajwid, maka yang selanjutnya perlu dibiasakan adalah memperbanyak membaca alquran. Supaya bacaannya baik, benar dan lancar. Sebagaimana bahasa Inggris, kebiasaan melafadhkan pada lisan merupakan salah satu faktor penting untuk kelancaran bacaan. 


Kemudian prioritas kedua (tidak ditampilkan ....
<fa in kanuu filqiroati sawaan fa aq'damuhum fil hij'roti>
maka jika ada mereka dalam bacaan sama maka yang lebih dahulu diantara mereka hijrahnya. Kebetulan nominasi nama-nama kandidat yang akan dijadikan imam sholat berjamaah dalam kemampuan baca qurannya sama, mungkin beda tipis sehingga sulit ditentukan. Maka cari mana yang lebih dulu insafnya ke dalam Islam.

kemudian <fa in kanuu fil hij'roti sawaan fa a'lamuhum bi sunah>

maka jika ada mereka dalam hijrohnya sama, maka yang lebih tahu di antara mereka terhadap sunah/hadits.

Keterangan dari potongan hadits di atas, jika waktu hijrah atau insafnya ke dalam Islam juga bersamaan maka siapa yang lebih banyak tahu hadits itulah yang menjadi imam sholat.

Kepemilikan ilmu agama baik alquran atau hadits yang ditandai dengan memiliki muskhaf dan sebanyak mana yang telah dikaji mempunyai peranan penting dalam melaksanakan pemilihan imam sholat berjamaah di kalangan umat muslim. 

Saudara-saudaraku, sholat sebagaimana mengaji ilmu agama adalah amal sholih. Amalan yang didasari oleh niyat beribadah untuk mendapat rohmat dan ridhoNYA.

Mencari ilmu agama jika dilaksanakan sesuai dengan kaidah sebagaimana yang Rosulullohi SAW praktekkan bersama para sohabat insyaAlloh barokah (katsrotul khoir=banyak kebaikannya).

Sebagaimana model kajian yang telah dipraktekkan di majelis ta'lim kami sejak 1992 hingga sekarang membuahkan hasil yang barokah.
Intisarinya kemudian saya terbitkan bukunya yaitu metode ektubu meliputi empat langkah. Dalam buku itu saya uraikan 4M-LS. Memiliki, mengartikan, memahami dan mengingat.

Jika pada komunitas umat Islam paling kecil seperti surau, kemudian dilterapkan system 4M-LS di atas insyaAlloh mudah untuk mencari siapa yang layak menjadi imam sholat berjamaah.

Tentunya semua umat mempunyai niyat dan kesungguhan untuk sama-sama menghidupkan sunah tuntunan Rosulallohi SAW. Setelah diadakan pemilihan menggunakan kriteria di atas, semuanya supaya ridho. Ditunjuk menjadi imam sholat adalah amanah, termasuk jabatan kepengurusan ta'mir lainnya.

Jangan salah niyat ingin dipuji, atau sebaliknya takut menjalankan amanah karena merasa kecil, merasa tidak mampu.
Jika menetapi peranan kepengurusan ta'mir itu atas dasar pemberian dan dijalani dengan niyat karena Alloh semata insyaAlloh akan dimudahkan dan ditolong oleh Alloh. Tetapi jika atas permintaan sendiri didasari bukan niyat karena Alloh, mungkin keinginan yang tersembunyi ( syahwatan khofiyah) maka akan diberatkan oleh Alloh dan tidak akan diberatkan.
    



 

Senin, 11 Juli 2016

Pembahasan LPM Kajian no.29 : Setiap Manusia Diminta Pertanggungjawaban













Klik image di atas untuk memperbesar

Anna Rosulallohi SAW qola alaa kul-lukum ro'in wa kul-lukum mas-ulun 'an ro'iatihi , fal imam al-ladzii 'alan naasi ro'in wa huwa mas-ulun 'an ro'iyatihi, wa rojulun ro'in 'ala ahli baitihi wa huwa mas-ulun 'an ro'iyatihi...al-hadits

Sesungguhnya Rosulallohi SAW bersabda ingatlah setiap kamu adalah penggembala dan setiap diri kamu ditanya dari gembalaannya, maka imam (yg mana) atas manusia sebagai penggembala dan dia ditanya dari gembalaannya, dan seorang laki-laki adalah penggembala atas penghuni rumahnya dan dia akan ditanya dari gembalaannya.

Gambaran bahwa rumah tangga ibarat bahtera ada benarnya.
Kalau gambaran nakoda terlalu besar, ya gambaran lain seorang laki-laki pemimpin rumah tangga ibarat pengemudi mobil.
Untuk dapat mencapai tujuan dengan selamat dibutuhkan beberapa persyaratan. Dalam mobil itu disamping pengemudi duduk seorang kernet. Tugasnya membantu pengemudi bersama-sama berupaya agar semua penumpang dalam mobil dapat selamat sampai tujuan.


Dalam hadits di atas setiap orang diminta pertanggungjawaban maksudnya di akhirat kelak.
Setiap kalian adalah penggembala, sesuai tingkatannya.

Seorang imam atau pemimpin umat menggembala umatnya mengarahkan menasihati juga diminta pertanggungjawaban.
Seorang suami juga ditanya bagaimana membina istri dan anaknya dalam rumah tangga.

Istri juga demikian ditanya tentang bagaimana mengurus rumahtangganya membantu suami membina anak-anaknya.

Bahkan di hadits lain seorang pelayanpun ditanyakan tentang bagaimana melaksanakan amanah dari Alloh SWT juga amanah atasannya.

Nah untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik tentu harus tahu iltmunya.

Maka dengan belajar mengaji melalui blog ini diharapkan bisa paham dan mengerti hak dan kewajiban agar dapat menjalankan tudas dengan benar dan kelak dapat lolos dari hisaban amal.

Seorang pengemudi harus tahu mana tempat yang akan dituju, bagaimana route perjalanannya tentu juga harus tahu teknik mengemudi mobil, karena keselamatan seluruh penumpan ada di tangannya.

Jumat, 01 Juli 2016

Pembahasan LPM Kajian no.28 : Ingin Mendapat Nasihat Rosululloh SAW












Ketik image di atas untuk memperjelas
'An Abi Huroiroh 'an Rosulillahi SAW qola innadiina nasihat innadina nasihat innadina nasihat qolu li man ya Rosulalloh ? qola lillahi wa li kitabihi wa li rosulihi wa li a-immatil muslimin wa 'ammatihim.

Dari Abi Huroiroh dari Rosulillahi SAW bersabda sesungguhnya agama (itu) nasihat, sesungguhnya agama nasihat, sesungguhnya agama nasihat, berkata (mrk sohabat) bagi siapa wahai Rosulalloh? (yg berhak nasihat) bersabda rosul bagi Alloh dan bagi kitabnya Alloh dan bagi rosulillah dan bagi imamnya muslim dan umumnya mereka.

Sesungguhnya agama itu nasihat, Rosulullohi SAW bersabda hingga 3 X tentu karena pentingnya.
Nasihat merupakan masukan yang sangat penting terlebih bagi yang sedang memerlukan. Advice, nasihat dokter sangat diperlukan bagi pasien, karena di dalamnya penuh makna perihal cara penyembuhan penyakitnya.
Nasihat pengacara juga sangat dinanti bagi klien yang sedang dirundung probelma. Nasihat banyak bentuknya, terkadang perusahaan yang sedang tes market produknya juga meminta nasihat dari para konsumen barunya untuk memberikan kritik saran dalam bentuk isian kuisioner. Bahan masukan itu tentunya sangat dihargai kemudian dibahas bidang riset dan pengembangan, karena berhubungan dengan nasib produk yang dilempar ke pasar publik.

Nasihat agama, sangatlah luas. 
Agama itu nasihat, berarti tanpa nasihat , agamanya dipertanyakan ?

Norma agama yang yang sekarang sudah sempurna terkandung di dalam teks book, Kitab AlQuran dan Hadits.
Sedang muskhafnya sendiri secara fisik adalah benda mati. Hikmah atau kandungannya dapat menjadi hidup jika ada yang menghidupkan, memperagakan. 

Penasihat agama sangat penting fungsi dak kedudukannya terhadap jalannya agama itu sendiri.

Ketika sobahat bertanya, " siapakah yang berhak nasihat wahai Rosulalloh" dijawabnya dengan begitu tegas.

Alloh SWT menasihati umatnya dengan firmanNYA,
kemudian kitabillah / Quran juga sebagai media nasihat.

Rosulullohi SAW menasihati umatnya sebagai melaksanakan tugas dari Alloh SWT yang diembannya sejak saat diangkat menjadi Rosul.

Sedangkan untuk manusia ada "a-immatil muslim" pemimpin umat islam juga wajib nasihat, di samping sesama umumnya umat manusia.

Saudara melalui kajian ini meski kita belum pernah jumpa darat, saya juga menasihati diri saya sendiri juga umumnya para pembaca yang budiman, ayuk terus ikuti kajian ini semoga Alloh SWT memberikan hidayah untuk kita, harapannya dapat digolongkan hamba yang dirohmati Alloh SWT, dunia akhirat,
Allohumma aamin.