Selasa, 30 Juni 2015

Tebusan Besar

Artikel yang lalu tentang hamba yang tidak mengabulkan seruan Alloh telah saya layangkan di sini
Setelah perjalanan hidup hingga pada tahap akhir yaitu akhirat, manusia tinggalah memetik hasilnya. Kalau org Jawa bilang " ngunduh wohing pakarti ", artinya memetih hasil perbuatan.
Harta benda yang diperoleh manusia pada hakikatnya juga pemberian dari Yang Maha Pemberi. Tentu saja pemberian rejeki itu datangnya lewat usaha manusia juga.Jika hamba menyadari bahwa segala pemberian baik kesehatan, harta benda bahkan nyawa adalah pemberian Alloh dan sewaktu2 akan diambil kembali olehNYA kemudian digunakan untuk mengindahkan perintahnya, memohon petunjuk dan menetapi segala perintah dengan se maksimal kemampuan, insyaAlloh akan ditunjukkan ke jalan kebenaran. Jalan kebenaran ini yang dang dapat menyelamatkan hamba.
Namun jika tidak mengindahkan jangankan menebus dosa dengan bersodakoh sekedarnya, menebus dengan harta senilai 2 dunia juga tidak diterima oleh Alloh SWT. Kitab Quran silahkan dibuka surah al-Maidah(5) :36 " Innalladziina kafaru lau anna lahum maa fil ardhi jamii'an wa mitslahu ma'ahu li yaftadu bihi min 'adzabi yaumail qiyamah ma tuqub-bila minhum , wa lahum 'adzaabun aliim"