Jumat, 15 November 2013

Pentingnya Ziarah Kubur

Berapa kali Anda ziarah/mendatangi kuburan dalam setahun? Anda mungkin akan bilang setahun sekali, atau bahkan tidak pernah kecuali saat ada kerabat/keluarga yang dipanggil Alloh, untuk mengikuti acara pemakaman.

Adanya latar belakang pentingnya datang ke kuburan tentu sangat beragam, yang jelas kedatangan seseorang ke "pintu akhirat" tentu bukan untuk bengong/meratapi kepergian para leluhurnya, ya kan? 

Ok, lalu apa ya dasar motivasi dari ziarah kubur itu?, yuk kita semak salah satunya hadits riwayat Imam Tirmidzi sub kitab Kitabul Janaiz sebagai berikut :

Dari Sulaiman bin Buroidah dari ayahnya berkata, bersabda Rosulullohi SAW " Sungguh aku melarang kalian ziarah kubur, kemudian diberi idzin bagi Muhammad SAW untuk ziarah ke makam ibunyam maka ziarahlah kalian ke kubur karena sesungguhnya itu dapat mengingatkan terhadap kematian".

Ya, ketika masuk areal pemakaman, apa yang ada dalam benak Anda?, kalau saya sendiri ada pemikiran begini " waduh itu mbah saya sudah lama dimakamkan di sini, ibu saya di sebelahnya"..dll seputar itu. Bagaimana dengan Anda?, mungkin akan jarang yang kepikiran itu sawah sebelah milik siapa?, makam ini luasnya berapa ya? dll.

Ziarah kubur memberikan kesan rokhani yang cukup mendalam, disadari atau tidak (mungkin di alam bawah sadar) dalam hati kita terbesit memori kapan ya saya berada pada kondisi seperti para pendahulu kita, dimakamkan. Hal ini memberi dampak psikologi yang mendalam kita jadi ingat kematian, jadi ingat Alloh SWT terasa dekat sekali. Suhu keimanan mendadak naik. Ini bagus Saudara !

Harapannya tentu semangat untuk makin mendekat kepad Alloh SWT dapat dijabarkan dalam kehidupan sehari2, bagaimana kewajiban ibadah kita kepadaNYA, sudahkah sesuai dengan tuntunan yang telah digariskan? masih banyakkah dosa2 kita untuk ditobati dll. Atau ekstrimnya "sudahkah kita siap setiap saat dipanggil kehadapanNYA?. 

Monggo, sejenak kita restart memori kita masing2, untuk kembali kepada fitrah, kembali sadar sesadar-sadarnya, dulunya kita tidak ada, sekarang "kumethip neng alam donya iki" kelak pasti kita akan lenyap juga dari muka bumi ini untuk "sowan marak" mempertanggungjawabkan di depan Sang Pemberi Kehidupan.

Artikel Terkait :

Semua Umatku Masuk Surga Kecuali...... 

Bolehkah Muslimah Masuk ke Areal Pemakaman ?

Dua Kalimat Dicintai Alloh, Ringan di Lisan Berat di Timbangan (Akhirat)...Mau?